Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Klampokan, Kecamatan Besuk Mampu Pompa PADes dari Bebek Petelur

Jamaludin Uno • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:36 WIB
PETERNAKAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah (tengah berkacamata) mengunjungi peternakan bebek petelur bersama Pemerintah Kecamatan Besuk.
PETERNAKAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah (tengah berkacamata) mengunjungi peternakan bebek petelur bersama Pemerintah Kecamatan Besuk.

PROGRAM ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Desa Klampokan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, mulai menunjukkan hasil positif. Program ketahanan pangan dirupakan dalam bentuk peternakan yang dirintis sejak 2025.

Pemerintah Desa Klampokan mengembangkan peternakan bebek petelur melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Energi Bumi Klampokan sejak Mei 2025. Pada Desember 2025, peternakan ini berhasil memompa Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 5 juta.

Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah mengatakan, capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan usaha peternakan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

“Pendapatan ini kami kembalikan lagi untuk pengelolaan BUMDes," katanya.

Di peternakan bebek petelur di Dusun Lentang, itu terdapat 500 ekor bebek. Dari jumlah itu, setiap hari rata-rata dihasilkan sekitar 300 butir telur. Kemudian dipasarkan sesuai permintaan konsumen, baik dalam bentuk telur segar maupun telur asin. “Harganya sekarang Rp 2.200 per butir, sedangkan telur segar antara Rp 1.600 hingga Rp 1.700 per butir," katanya.

Pemasaran telur hasil produksi peternakan bebek ini masih dilakukan dalam skala lokal. Mulai dari warga Desa Klampokan hingga pasar setempat.

Selain peternakan bebek petelur, dalam Program Ketahanan Pangan Tahun 2025, Pemerintah Desa Klampokan juga mengembangkan usaha penggemukan kambing. Kini terdapat tujuh ekor kambing yang berusaha dikembangkan.

“Kami berharap dua unit usaha ini dapat terus berkembang, meningkatkan produktivitas BUMDes, serta memberikan kontribusi PADes yang makin besar untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” harapnya. (uno/rud/*)

 

 

 

Warga Bisa Nikmati Air Bersih 24 Jam

KETERBATASAN akses air bersih yang dialami sejumlah warga Desa Klampokan, Kecamatan Besuk, mulai teratasi. Pemerintah desa membangun sarana penyediaan air bersih.

Sejak 2025, pemerintah desa membangun 5 unit tandon air bersih. Dua unit di Dusun Slamet, satu unit di Dusun Lentang, serta masing-masing satu unit di Dusun Kasor dan Dusun Krajan.

BANTUAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah (kiri) bersama KPM BLT DD Tahun 2026.
BANTUAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah (kiri) bersama KPM BLT DD Tahun 2026.

Lima tandon ini diisi air dari tiga sumur bor di Dusun Slamet dan Dusun Lentang.

“Sebelumnya kami melakukan pengeboran di tiga titik tersebut,” ujar Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah.

Program penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah desa karena selama ini warga kesulitan air bersih. Sebagian warga bergantung terhadap layanan perusahaan air minum, namun kurang maksimal. Air hanya mengalir ketika siang.

PERESMIAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah bersama sejumlah pihak dalam peresmian sumur bor di Desa Klampokan, beberapa waktu lalu.
PERESMIAN: Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah bersama sejumlah pihak dalam peresmian sumur bor di Desa Klampokan, beberapa waktu lalu.

“Kondisi ini juga memaksa warga kami mencari sumber air ke wilayah lain. Bahkan, ada yang harus menumpang mengambil air di rumah tetangga, mandi di sungai, hingga mengambil air dari Desa Dandang, Kecamatan Gading," katanya.

Kini, lima unit tandon yang dibangun mampu melayani kebutuhan air bersih sekitar 150 kepala keluarga. Layanan air bersih ini dapat dinikmati selama 24 jam dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Energi Bumi Klampokan.

“Pembayarannya dihitung per meter kubik. Rata-rata setiap rumah membayar sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per bulan ke BUMDes," jelasnya.

Pendapatan dari pembayaran pelanggan digunakan untuk mendukung operasional layanan. Mulai dari perawatan jaringan pipa hingga pemeliharaan fasilitas air bersih agar pelayanan tetap berjalan dengan baik.

“Masih ada sebagian rumah warga di Dusun Lentang yang belum dapat menikmati layanan air bersih. Disebabkan keterbatasan anggaran, sehingga pembangunan jaringan pipa belum dapat dilanjutkan,” ujarnya. (uno/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#Ketahanan #klampokan #desa #pemerintah #pangan