Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pagu Hanya 2.176 Kursi, Ratusan Siswa Tak Kebagian Kursi SMP Negeri di Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:21 WIB
BERBURU SEKOLAH: Sejumlah siswi dan wali murid mengajukan pendaftaran pemenuhan pagu salah satu SMPN di Kota Probolinggo di Kantor Disdikbud Kota Probolinggo.
BERBURU SEKOLAH: Sejumlah siswi dan wali murid mengajukan pendaftaran pemenuhan pagu salah satu SMPN di Kota Probolinggo di Kantor Disdikbud Kota Probolinggo.

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Keterbatasan rombongan belajar (rombel) SMPN di Kota Probolinggo, mengharuskan ratusan siswa lulusan sekolah dasar (SD) tidak dapat melanjutkan ke SMP Negeri di Kota Probolinggo.

Maklum, lulusan SD negeri/ swasta di Kota Probolinggo tahun ini tercatat sekitar 2.933 siswa. Sedangkan, pagu SMPN hanya 2.176 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Probolinggo telah terlaksana. Siswa lulusan SD sederajat dipastikan sudah mendapatkan sekolah lanjutan. Baik negeri maupun swasta ataupun Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Sebanyak 2.176 siswa diterima di 10 lembaga SMP Negeri Kota Probolinggo, sesuai kuota pagu masing-masing sekolah,katanya, Selasa (7/7).

Dari 2.933 siswa lulusan SD negeri/ swasta, kata Rini, tidak semuanya diterima di SMPN. Karena keterbatasan jumlah rombel di 10 lembaga SMPN.

Tahun ini 10 lembaga itu hanya butuh 2.176 siswa. Lebih sedikit dibanding jumlah rombel tahun lalu yang mencapai 2.448 siswa.

Jumlah rombel di setiap SMP Negeri tidak bertambah atau berkurang. Hanya saja, sesuai aturan, jumlah siswa dalam satu rombel berkurang. Dulu satu rombel 36 siswa, sekarang maksimal 32 siswa,terangnya.

Baca Juga: Dewan Soroti Sistem Pemenuhan Pagu SMPN di Kota Probolinggo, Pertanyakan Dasar Hukumnya

Rini mengatakan, siswa yang tidak diterima di SMPN, sudah mendaftar di SMP swasta. Menurutnya, banyak juga lembaga SMP swasta yang memiliki elektabilitas dan akreditasinya bagus, sehingga masyarakat juga percaya dan mendaftarkan putranya di sekolah swasta.

Ada juga siswa yang daftar di MTs ataupun pindah sekolah di luar Kota Probolinggo karena mondok atau lainnya," ujarnya.

Dalam proses SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Kota Probolinggo, menurut Rini, sesuai ketentuan, sudah sangat memprioritaskan bagi keluarga kurang mampu. Karena itu, kuota jalur afirmasi hingga 25 persen. Dengan harapan, siswa dari keluarga tidak mampu dapat diterima di SMPN dan tidak diberatkan dengan biaya sekolah.

Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB di Kota Probolinggo sudah tuntas dan berjalan lancar. Kami juga sudah banyak memfasilitasi keluarga tidak mampu untuk bisa diterima di SMP negeri,jelasnya. (mas/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#rombel #spmb #Kota Probolinggo #siswa #SMP negeri