Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Okupansi Hotel di Kota Probolinggo Terdongkrak Perjalan Dinas

Arif Mashudi • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KADEMANGAN, Radar Bromo - Okupansi perhotelan di Kota Probolinggo sepanjang April 2026 meningkat. Namun baru mencapai 20,50 persen. Artinya, 79,50 persen kamar hotel tak terisi atau hanya sekitar satu dari lima kamar hotel yang berhasil terjual.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, dibanding Maret 2026, ada peningkatan okupansi 2,32 persen. Selama Maret 2026, okupansi hotel hanya 18,18 persen.

Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso mengatakan, peningkatan okupansi selama April tidak merata di seluruh jenis hotel. Kenaikan terutama berasal dari hotel berbintang. Sedangkan tingkat hunian hotel nonbintang relatif tidak berubah signifikan.

Menurutnya, naiknya okupansi perhotelan ini terdorong meningkatnya aktivitas perjalanan dinas (perdin) dari luar daerah. Baik yang dilakukan instansi pemerintah maupun sektor swasta.

“Momentum perjalanan dinas dari luar kota menjadi salah satu pendorong meningkatnya tingkat hunian hotel. Dampaknya lebih terasa pada hotel berbintang yang memang menjadi pilihan utama bagi tamu yang sedang melaksanakan perjalanan dinas,” ujar Joko.

Sesuai data BPS, sepanjang April 2026, jumlah malam kamar tersedia (MKTS) tercatat 26.190 kamar. Sedangkan, malam kamar terjual (MKTJ) mencapai 5.370 kamar. Lebih tinggi dibanding hunian pada Maret 2026. Kala itu jumlah malam kamar yang terjual hanya 4.919 kamar.

“Jika melihat tren selama satu tahun terakhir, tingkat hunian hotel di Kota Probolinggo fluktuasi. Pada April 2025, TPK tercatat 22,73 persen dan meningkat hingga 24,94 persen pada Agustus 2025 sebelum turun menjadi 17,35 persen pada Januari 2026. Setelah berada di angka 18,29 persen pada Februari dan 18,18 persen pada Maret, tingkat hunian kembali membaik pada April 2026 hingga mencapai 20,50 persen,” terangnya.

Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan mengatakan, pemerintah daerah akan menyusun kebijakan yang dapat meningkatkan okupansi secara lebih merata. Tidak hanya di hotel berbintang, tetapi juga hotel nonbintang. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan sektor perhotelan dapat dirasakan seluruh pelaku usaha akomodasi di Kota Probolinggo.

“Selain meningkatkan jumlah tamu, pemerintah juga akan mendorong memperpanjang lama tinggal pengunjung melalui penyelenggaraan agenda wisata, kegiatan berskala regional maupun nasional, penguatan sektor ekonomi kreatif, serta promosi destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan menghabiskan lebih banyak waktu di Kota Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#meningkat #okupansi #probolinggo #hotel #kamar