
PEMERINTAH Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Tujuaannya demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Berbagai program disiapkan Pemerintah Desa Tunggak Cerme, untuk memompa perekonomian dan kesejahteraan warga. Di antaranya, ada pengembangan peternakan ayam petelur, peningkatan pelayanan kesehatan melalui kegiatan Posyandu, hingga dukungan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kepala Desa Tunggak Cerme Musta'in mengatakan, pemerintah desa mendukung penuh program nasional pembentukan KDKMP. Yakni, dengan menyediakan lahan yang berasal dari tanah kas desa sebagai lokasi pembangunan gedung koperasi yang representatif.
Menurutnya, keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Sekaligus memperkuat perputaran ekonomi desa.
“Koperasi ini diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, masyarakat juga memiliki tempat untuk memasarkan hasil pertanian maupun peternakannya sehingga nilai ekonominya semakin meningkat," ujarnya.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah desa terus mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Saat ini sekitar 500 ekor ayam yang dipelihara dan mampu menghasilkan sekitar 80 persen produksi telur setiap harinya.
Hasil produksi itu tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat dan toko-toko di sekitar desa. Tetapi, juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Melalui usaha ini kami berharap dapat meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar," kata Musta'in.
Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang rutin dilaksanakan di setiap dusun. Pemerintah desa bersama tenaga kesehatan secara berkala menyelenggarakan posyandu bagi balita maupun warga lanjut usia (lansia).
Pada Posyandu balita, pemeriksaan difokuskan pada pemantauan tumbuh kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Bagi lansia dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
“Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, warga akan dirujuk ke Puskesmas Wonomerto agar memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan,” katanya. (gus/rud/*)
Jalan Aman, Irigasi Lancar
PEMERINTAH Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Tahun ini, berbagai program fisik direalisasikan. Mulai dari peningkatan jalan lingkungan, pembangunan saluran irigasi, hingga penambahan penerangan jalan umum (PJU).
Bendahara Desa Tunggak Cerme Ma'at Harianto mengatakan, salah satu pembangunan yang menjadi prioritas adalah pavingisasi jalan sepanjang 158 meter dengan lebar 2,25 meter di Dusun Kopian. Sebelumnya, ruas jalan ini berupa aspal yang telah rusak dan banyak berlubang, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman warga, tempat ibadah, fasilitas umum, hingga menjadi jalur penghubung menuju Desa Pohsangit Tengah.
“Karena menjadi akses utama masyarakat, kami memprioritaskan perbaikannya. Agar warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Alhamdulillah setelah selesai dipaving, masyarakat menyambutnya dengan sangat baik," ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas jalan lingkungan, Pemerintah Desa Tunggak Cerme, juga membangun irigasi di Dusun Bindung. Irigasi ini dibangun untuk memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian warga.
Menurut Ma'at, sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Desa Tunggak Cerme. Karena itu, ketersediaan infrastruktur pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas hasil panen.
“Harapan kami, irigasi ini mampu memenuhi kebutuhan air sawah masyarakat, sehingga hasil pertanian semakin optimal dan kesejahteraan petani ikut meningkat," katanya.
Upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan 15 titik penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah desa. PJU dipasang di lokasi-lokasi yang selama ini minim pencahayaan dan rawan.
“Kami memilih titik-titik yang memang masih gelap. Dengan adanya penerangan jalan, masyarakat bisa beraktivitas lebih aman sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman," jelas Ma'at. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga