KANIGARAN, Radar Bromo - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi pemicu utama naikknya inflasi di Kota Probolinggo pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) Kota Probolinggo mencapai 0,18 persen. Meningkat enam kali lipat dibanding inflasi Mei yang hanya 0,03 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi mengatakan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Probolinggo pada Juni 2026 tercatat di angkat 0,18 persen. Meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Meski secara tahunan, inflasi Kota Probolinggo tercatat 2,92 persen (year on year/YoY), lebih rendah dibandingkan infllasi Provinsi Jawa Timur 3,36 persen maupun inflasi nasional 3,34 persen.
“Inflasi Kota Prboolinggo masih mencerminkan stabilitas harga di Kota Probolinggo, tetap terjaga di tengah dinamika peningkatan tekanan inflasi pada tingkat regional dan nasional,” katanya, Sabtu (4/7).
Secara bulanan dikatakan Indra, inflasi Kota Probolinggo, pada Juni 2026, terutama dipengaruhi meningkatnya harga kelompok transportasi dengan andil inflasi 0,10 persen. Berdasarkan komoditas penyusunnya, inflasi terutama bersumber dari kenaikan harga bensin 0,10 persen, bawang putih 0,08 persen, beras, bawang merah 0,05 persern, dan daging sapi 0,03 persen.
“Kenaikan harga bensin dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi. Khususnya varian Pertamax dan Pertamax Turbo, yang mulai berlaku 10 Juni 2026. Kenaikan harga bawang putih dipengaruhi meningkatnya biaya impor seiring pelemahan nilai tukar Rupiah,” terangnya.
Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso mengatakan, data BPS menunjukkan kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,10 persen atau sekitar 55 persen dari total inflasi Juni. Artinya, lebih dari separo kenaikan harga yang terjadi selama Juni, berasal dari sektor transportasi yang terdampak penyesuaian harga BBM secara nasional.
Kontributor terbesar kedua berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,08 persen. Kenaikan harga beras, bawang putih, bawang merah, dan daging menjadi pemicu utama inflasi dari sektor pangan.
“Kenaikan inflasi bulan Juni tidak hanya dipengaruhi satu komoditas, melainkan merupakan dampak gabungan dari kenaikan biaya transportasi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok. Kenaikan inflasi tertinggi berasal dari kelompok transportasi akibat naiknya harga BBM secara nasional,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga