Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Pohsangit Tengah di Wonomerto Bangun Sumber Daya Manusia dengan Perkuat Literasi

Inneke Agustin • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:01 WIB
SENANG: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (dua dari kiri) bersama pendiri Taman Baca Cahaya, Desa Pohsangit Kidul, Kecamatan Wonomerto. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SENANG: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (dua dari kiri) bersama pendiri Taman Baca Cahaya, Desa Pohsangit Kidul, Kecamatan Wonomerto. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah Desa (Pemdes) Pohsangit Tengah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan literasi, pembinaan keagamaan, pelayanan kesehatan, hingga memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah warga.

SALAH satu langkah nyata yang dilakukan ialah pembangunan Perpustakaan Desa yang berada di Balai Desa Pohsangit Tengah. Kehadiran fasilitas ini menjadi upaya Pemdes untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sejak usia dini.

Bahkan, keberadaan perpustakaan tersebut telah mendapat perhatian dengan ditinjau langsung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono menjelaskan bahwa perpustakaan desa kini telah memiliki ribuan koleksi buku dengan beragam jenis bacaan. Mulai dari buku cerita anak, buku pelajaran, hingga berbagai referensi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

"Saat ini kami sudah memiliki ribuan koleksi buku yang bisa dibaca masyarakat, mulai dari bacaan anak-anak, buku pelajaran, hingga berbagai buku pengetahuan lainnya," ujarnya.

Penguatan literasi juga didukung dengan keberadaan Rumah Baca Cahaya yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak di desa. Fasilitas tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang belajar yang nyaman sekaligus alternatif kegiatan positif di luar jam sekolah.

Menurut Suyono, keberadaan rumah baca mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai sekaligus meningkatkan minat baca dan wawasan masyarakat.

"Alhamdulillah, keberadaan rumah baca sangat membantu. Anak-anak memiliki tempat belajar sehingga tidak hanya bergantung pada gadget, tetapi juga semakin gemar membaca dan menambah pengetahuan," tuturnya.

Selain membangun kualitas intelektual masyarakat, Pemdes Pohsangit Tengah juga terus memperkuat nilai-nilai spiritual. Setiap Kamis Wage, pemerintah desa secara rutin menggelar istigasah bersama di Balai Desa yang diikuti sekitar 50 jamaah.

LEGAL: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (kiri) saat membantu mengurus berkas milik warga yang hendak ikut program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tahun ini. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
LEGAL: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (kiri) saat membantu mengurus berkas milik warga yang hendak ikut program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tahun ini. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Kegiatan yang berlangsung mulai selepas salat Isya hingga pukul 21.00 tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa demi keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

"Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendoakan keselamatan warga dan desa," jelasnya.

Di sektor kesehatan, pelayanan posyandu juga terus berjalan secara rutin di setiap dusun. Pelayanan tersebut mencakup Posyandu Balita, Posyandu Lansia, hingga Posyandu Remaja.

Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, lansia menjalani pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, sedangkan remaja memperoleh edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba maupun risiko pernikahan usia dini.

Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, warga akan dirujuk ke Puskesmas Wonomerto.

Tak hanya itu, tahun ini Pemdes Pohsangit Tengah juga memfasilitasi masyarakat mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sebanyak 277 bidang tanah didaftarkan untuk memperoleh sertifikat resmi, setelah hampir dua dekade sejak program Prona terakhir dilaksanakan pada 2007.

"Melalui program ini kami berharap seluruh masyarakat memiliki sertifikat tanah yang sah dan berkekuatan hukum sehingga hak-hak mereka terlindungi," pungkas Suyono.

NYAMAN: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (kiri) saat mengecek jalan paving di Desa Pohsangit Kidul, Kecamatan Wonomerto. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
NYAMAN: Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono (kiri) saat mengecek jalan paving di Desa Pohsangit Kidul, Kecamatan Wonomerto. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Infrastruktur Pertanian dan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Pohsangit Tengah

KOMITMEN Pemerintah Desa (Pemdes) Pohsangit Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada penguatan sektor pertanian dan ekonomi desa. Berbagai pembangunan difokuskan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas para petani.

Kepala Desa Pohsangit Tengah, Sunarto menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan jalan paving di Dusun Bringin sepanjang sekitar 55 meter dengan lebar 2,5 meter.

Ruas jalan tersebut merupakan akses utama menuju lahan pertanian sekaligus permukiman warga. Sebelumnya, jalan masih berupa makadam dan kerap tergenang aliran air saat musim hujan sehingga licin dan membahayakan pengguna jalan.

"Dulu jalannya masih makadam dan sering dialiri air ketika hujan sehingga licin. Setelah dipaving, masyarakat merasa jauh lebih nyaman saat melintas," ujarnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut tidak berhenti di Dusun Bringin. Pemdes juga telah merencanakan pembangunan jalan paving menuju Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sepanjang sekitar 160 meter dengan lebar 2,5 meter. Proyek tersebut akan direalisasikan setelah Dana Desa tahap kedua dicairkan.

Sunarto menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalur usaha tani yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

"Selain mempermudah akses menuju koperasi desa, jalan ini juga akan membantu petani saat mengangkut hasil panen sehingga biaya angkut dapat ditekan," jelasnya.

Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dibangun di Dusun Sengon juga menjadi bagian dari strategi pemerintah desa dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari ruas jalan yang akan dipaving dinilai sangat strategis untuk mendukung aktivitas distribusi maupun pelayanan kepada warga.

Melalui koperasi tersebut, pemerintah desa berharap hasil pertanian masyarakat dapat dipasarkan dengan lebih optimal.

Selain menjadi pusat pemasaran hasil panen, koperasi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehingga aktivitas ekonomi desa semakin tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan warga.

"Harapan kami, koperasi ini nantinya dapat menjadi tempat penjualan hasil pertanian masyarakat sekaligus memudahkan warga memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan lebih mudah," pungkas Sunarto.  (gus/fun/*)

 

 

Editor : Abdul Wahid
#pohsangit tengah #transparansi desa #kecamatan wonomerto