TP PKK Kota Probolinggo terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui sinkronisasi program dengan berbagai perangkat daerah, hingga lahirnya inovasi digital ‘PKK Go Digital.’
======================================
KETUA TP PKK Kota Probolinggo sekaligus Pembina Posyandu dr. Evariani Aminuddin, M.Kes., menegaskan bahwa TP PKK bukan sekadar organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, organisasi ini memiliki peran penting dalam membantu menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.
Sebagai pendamping Wali Kota Probolinggo, dr. Evariani mengaku memiliki komitmen penuh untuk mendukung seluruh program pembangunan melalui kolaborasi yang erat dengan perangkat daerah. Tujuannya agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya hingga tingkat keluarga.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial. Karena itu, TP PKK terus membangun sinergi dan sinkronisasi program dengan seluruh perangkat daerah. Sehingga, setiap kegiatan memiliki arah yang sama serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"PKK adalah mitra pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap program pembangunan yang menyentuh keluarga, kesehatan, pendidikan, sosial, pemberdayaan perempuan, hingga ketahanan pangan harus berjalan selaras. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Namun, benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui transformasi digital yang diinisiasi TP PKK Kota Probolinggo. Langkah ini berkembang menjadi gerakan PKK Go Digital yang lahir dari kebutuhan akan data yang akurat, cepat, dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
Melalui digitalisasi tersebut, berbagai data dan capaian program dari perangkat daerah dapat dihimpun, dipantau, dan dievaluasi secara lebih efektif. Data kesehatan, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga capaian program di tingkat kelurahan kini dapat terdokumentasi secara sistematis dan transparan.
"Digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran dan cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Transformasi digital itu kemudian berkembang ke sektor Posyandu. Sebagai Pembina Posyandu, dr. Evariani mendorong lahirnya sistem digital yang mampu mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) lintas perangkat daerah. Untuk mendukung program tersebut, ratusan kader Posyandu telah dibekali perangkat digital guna mempercepat proses pendataan dan pelaporan layanan masyarakat.
Menurutnya, digitalisasi Posyandu menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas data pembangunan daerah.
"Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Ketika mereka didukung dengan teknologi yang memadai, maka pelayanan menjadi lebih cepat, data lebih valid, dan kebijakan yang dihasilkan pun lebih tepat sasaran," ungkapnya.
Inovasi yang digagas TP PKK Kota Probolinggo tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Berbagai perangkat daerah mulai mengadopsi konsep integrasi data yang dikembangkan TP PKK sebagai fondasi menuju tata kelola pemerintahan berbasis data yang lebih modern dan kolaboratif.
Bagi dr. Evariani, keberhasilan program-program tersebut berawal dari komitmen, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar menghadapi perubahan zaman.
"Semua yang kami lakukan di TP PKK semata-mata bentuk pengabdian untuk Kota Probolinggo tercinta. Agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (lyn/hn/*)
Editor : Muhammad Fahmi