Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

70 Persen Pekerja Warga Lokal, Berharap Bromo Sky Bridge Dongkrak Ekonomi

Inneke Agustin • Senin, 29 Juni 2026 | 18:49 WIB
UNTUK UMUM: Jembatan Kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge, resmi dibuka untuk umum. (ISTIMEWA)
UNTUK UMUM: Jembatan Kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge, resmi dibuka untuk umum. (ISTIMEWA)

SUKAPURA, Radar Bromo- Diresmikannya Jembatan Kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge, diharapkan berdampak positif tak hanya terhadap geliat wisata. Namun, juga terhadap perekonomian warga sekitar. Karena itu, pihaknya pengelola juga menitikberatkan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata baru tersebut.

Sebagian besar tenaga kerja yang mengelola jembatan kaca berasal dari warga Kabupaten Probolinggo. Khususnya masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Senior Manager Bromo Sky Bridge Bambang Heriwahjudi mengatakan, sekitar 70 persen dari total 33 pegawai atau sebanyak 23 orang merupakan warga lokal. Mereka berasal dari Desa Ngepung hingga Desa Ngadisari.

“Ke depan jumlah tenaga kerja akan kami tambah. Menyesuaikan kebutuhan operasional. Namun, kami tetap mengutamakan masyarakat lokal dengan mempertimbangkan kualitas sumber daya manusianya," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sekitar tidak hanya sebatas sebagai tenaga kerja. Pengelola juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM dan pemerintah desa agar manfaat ekonomi dari hadirnya destinasi baru tersebut dapat dirasakan secara luas.

Salah satunya pengelola juga berencana mengembangkan sejumlah potensi wisata pendukung, seperti wisata Kampung Madu yang berada di sekitar kawasan Bromo.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut tumbuh bersama destinasi ini. Misalnya jika ke depan kebutuhan lahan parkir meningkat, masyarakat maupun pemerintah desa bisa bersinergi untuk menyediakannya," ujar Bambang.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat lokal merupakan kunci keberhasilan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.

Masyarakat dapat berperan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, mulai dari penyedia jasa pendukung hingga pelaku UMKM yang memasarkan produk-produk unggulan daerah.

Ia berharap kehadiran Bromo Sky Bridge mampu memadukan konsep wisata modern dengan kearifan lokal.

“Dengan demikian, daya tarik destinasi tidak hanya terletak pada jembatan kaca, tetapi juga pada kekayaan budaya dan potensi ekonomi masyarakat yang berkembang di sekitarnya,” katanya.

Diketahui, Jembatan Kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge, resmi dibuka untuk umum, Sab­tu (27/6). Destinasi wisata baru di kawasan penyanga Gunung Bromo itu langsung dipadati wisatawan. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#bromo sky #masyakarat #wisata #jembatan kaca bromo