SUKAPURA, Radar Bromo- Ratusan umat Hindu Tengger di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merayakan Hari Raya Kuningan di Pura Randu Agung, Dusun Ngrandu. Sabtu (27/6), menggelar persembahyangan di Pura Randu Agung, Dusun Ngrandu.
Perayaan yang digelar 10 hari setelah Hari Raya Galungan, ini menjadi penutup rangkaian hari suci sekaligus momentum mengantarkan arwah leluhur kembali ke surga loka. Sejak pagi, sekitar 150 umat mengenakan pakaian adat bernuansa hitam dan putih memadati area pura. Selain warga Desa Sapikerep, persembahyangan juga dihadiri umat Hindu dari Kecamatan Sumber.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Sapikerep Rujiyanto mengatakan, Hari Raya Kuningan merupakan akhir dari rangkaian Hari Raya Galungan. Upacara diawali dengan manggala upacara yang dipimpin Romo Mangku. Dilanjutkan persembahyangan bersama serta pemberian tirta atau air suci kepada umat.
Dalam kesempatan tersebut, umat juga menerima gelang tridatu. Yakni, gelang yang terdiri atas tiga warna, merah, putih, dan hitam. Gelang tersebut melambangkan tiga fase kehidupan, yakni kelahiran, kehidupan, dan kematian.
"Makna Hari Raya Kuningan sebagai puncak kemenangan dharma melawan adharma adalah bagaimana setiap orang mampu mengalahkan sifat-sifat buruk dalam dirinya. Harapannya, kita dapat menjalani kehidupan dengan baik serta bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan," jelasnya.
Selain memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur, umat Hindu Suku Tengger juga berdoa memohon keselamatan, kesehatan, serta kesuburan alam agar hasil pertanian masyarakat tetap melimpah.
"Kami juga memohon agar seluruh umat diberikan kesehatan, keselamatan, dan alam tetap subur sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga