SUKAPURA, Radar Bromo-Pembukaan jembatan kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge, Sabtu (27/6) tidak hanya menarik perhatian wisatawan. Namun, juga langsung menguji kesiapan pengelolaan dan standar keselamatan di destinasi baru tersebut.
Sejak hari pertama dibuka, jembatan kaca ini dipadati pengunjung yang ingin mencoba sensasi berjalan di jembatan kaca dengan ketinggian sekitar 100 meter. Ditambah panorama Kaldera Bromo sebagai latar utama.
Untuk keamanan, pengelola menerapkan aturan ketat. Antara lain, wajib menggunakan shoe cover, pengawasan anak oleh orang tua, hingga pembatasan kapasitas 30–40 orang di atas jembatan. Pengunjung juga dilarang berlari, melompat, mengguncang jembatan, duduk, atau memanjat pembatas.
Antusiasme terlihat dari wisatawan asal Blitar, Siti Mukarromah, 55, yang datang bersama keluarga. Meski takut ketinggian, ia tetap mencoba.
"Kebetulan kami sedang liburan di Bromo. Ternyata ada wisata baru, akhirnya kami mampir ke sini," ujarnya.
Ia mengaku tetap menikmati pengalaman tersebut meski merasa takut. Apalagi, pemandangannya sangat menakjubkan.
“Menurut saya pengunjung yang takut ketinggian akan merasa tenang apabila ada jaring pengaman di bawah jembatan. Semoga ke depan terus ada inovasi wisata di sekitar Bromo agar wisatawan tidak bosan datang ke sini," katanya.
Yoga, 28, wisatawan lain asal Bondowoso mengaku penasaran setelah melihat informasi pembukaan di area wisata.
"Saya memang sedang berwisata ke Bromo. Lihat ada jembatan kaca baru dibuka, jadi penasaran dan langsung datang ke sini," ujarnya.
Sementara Yana, 38, asal Kediri yang memiliki fobia ketinggian tetap mencoba. Mesiki, dia tidak sampai berjalan ke tengah jembatan.
"Saya memang phobia ketinggian, jadi tidak berani sampai ke tengah jembatan. Tapi seru dan bagus pemandangannya," katanya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi