Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Resmi Dibuka Tiket Rp 55 Ribu untuk Wisnu dan Rp 110 Ribu untuk Wisman, Jembatan Kaca Bromo Langsung Diserbu

Inneke Agustin • Minggu, 28 Juni 2026 | 00:07 WIB

 

SOFT LAUNCHING: Sejumlah warga menikmati sensasi jalan di jembatan kaca Bromo. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
SOFT LAUNCHING: Sejumlah warga menikmati sensasi jalan di jembatan kaca Bromo. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

SUKAPURA, Radar Bromo - Jembatan kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge resmi dibuka untuk umum, Sabtu (27/6). Destinasi wisata baru di kawasan penyanga Gunung Bromo itu langsung dipadati wisatawan.

Presiden Direktur The Lawu Grup, Parmin Sastro menyebut, kehadiran Bromo Sky Bridge tidak hanya menjadi daya tarik wisata baru. Namun, juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Kami mengajak semua pihak bersama-sama membangun destinasi wisata yang mampu memberikan pengalaman dan kenangan tak terlupakan bagi wisatawan. Kami juga mohon doa dan dukungannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan kaca ini merupakan wisata penyangga Gunung Bromo dengan konsep berbeda dari destinasi lain.

Pengunjung dapat menikmati panorama dari sudut pandang baru sekaligus merasakan sensasi adrenalin.

Baca Juga: Sabtu Besok 27 Juni Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Soft Opening, Ini Hasil Uji Kelayakannya  

"Ini memang wisata khusus untuk adrenalin. Satu-satunya di Indonesia yang berada di ketinggian sekitar 100 meter dengan panjang jembatan 120 meter," katanya.

Tarif masuk ditetapkan Rp 55 ribu untuk wisatawan nusantara (wisnu) dan Rp 110 ribu untuk wisatawan mancanegara (wisman).

"Harga ini masih cukup terjangkau jika dibandingkan dengan destinasi jembatan kaca di Bali maupun China," tambahnya.

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menambahkan, wisata ini dapat membantu mengurai kepadatan di titik sunrise Bromo.

"Ke depan wisatawan tidak hanya menikmati matahari terbit dari satu lokasi, tetapi juga bisa dari jembatan kaca. Sehingga, kemacetan di titik-titik tertentu dapat berkurang," ujarnya.

Sementara itu, pembukaan Bromo Sky Bridge tidak hanya menarik perhatian wisatawan. Namun, juga langsung menguji kesiapan pengelolaan dan standar keselamatan di destinasi baru tersebut.

Sejak hari pertama dibuka, jembatan kaca ini dipadati pengunjung yang ingin mencoba sensasi berjalan di jembatan kaca dengan ketinggian sekitar 100 meter. Ditambah panorama Kaldera Bromo sebagai latar utama.

Untuk keamanan, pengelola menerapkan aturan ketat. Antara lain, wajib menggunakan shoe cover, pengawasan anak oleh orang tua, hingga pembatasan kapasitas 30–40 orang di atas jembatan. Pengunjung juga dilarang berlari, melompat, mengguncang jembatan, duduk, atau memanjat pembatas.

Antusiasme terlihat dari wisatawan asal Blitar, Siti Mukarromah, 55, yang datang bersama keluarga. Meski takut ketinggian, ia tetap mencoba.

"Kebetulan kami sedang liburan di Bromo. Ternyata ada wisata baru, akhirnya kami mampir ke sini," ujarnya.

Ia mengaku tetap menikmati pengalaman tersebut meski merasa takut. Apalagi, pemandangannya sangat menakjubkan.

“Menurut saya pengunjung yang takut ketinggian akan merasa tenang apabila ada jaring pengaman di bawah jembatan. Semoga ke depan terus ada inovasi wisata di sekitar Bromo agar wisatawan tidak bosan datang ke sini," katanya.

Yoga, 28, wisatawan lain asal Bondowoso mengaku penasaran setelah melihat informasi pembukaan di area wisata. "Saya memang sedang berwisata ke Bromo. Lihat ada jembatan kaca baru dibuka, jadi penasaran dan langsung datang ke sini," ujarnya.

Sementara Yana, 38, asal Kediri yang memiliki fobia ketinggian tetap mencoba. Mesiki, dia tidak sampai berjalan ke tengah jembatan.

"Saya memang phobia ketinggian, jadi tidak berani sampai ke tengah jembatan. Tapi seru dan bagus pemandangannya," katanya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#bromo sky bridge #harga tiket #jembatan kaca bromo