Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sabtu Besok 27 Juni Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Soft Opening, Ini Hasil Uji Kelayakannya  

Inneke Agustin • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:59 WIB
CEK: Petugas PPK BGTS Kementerian PUPR bersama General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho (tengah) saat melakukan uji kelayakan dan keamanan di Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo, Kamis (25/6).
CEK: Petugas PPK BGTS Kementerian PUPR bersama General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho (tengah) saat melakukan uji kelayakan dan keamanan di Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo, Kamis (25/6).

 

SUKAPURA, Radar Bromo-Menjelang soft opening Sabtu besok (27/6), Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo menjalani uji kelayakan dan keamanan, Kamis (25/6). 

Berdasarkan uji laboratorium dan simulasi beban, dipastikan konstruksi jembatan kaca layak dilintasi pengunjung.

Uji kelayakan itu sendiri dilakukan oleh PPK Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR.

Tim melakukan serangkaian pengujian, mulai dari uji laboratorium hingga inspeksi langsung dengan berjalan di atas lantai kaca sepanjang 130 meter yang membentang pada ketinggian sekitar 83 meter.

PPK BGTS Kementerian PUPR Agung Wahyudi memastikan, Jembatan Kaca Seruni Point telah memenuhi aspek keamanan. Menurutnya, hasil pengujian laboratorium maupun simulasi beban menunjukkan konstruksi jembatan layak dilintasi pengunjung.

Agung menjelaskan, jembatan kaca menggunakan lantai laminated glass. Yakni perpaduan tempered glass dengan lapisan Sentry Glass Plus (SGP).

Komposisinya terdiri atas kaca setebal 12 milimeter, lapisan SGP 1,52 milimeter, dan kaca 12 milimeter. Sehingga memiliki ketebalan total 25,52 milimeter.

Baca Juga: Jembatan Kaca Bromo Dikelola Swasta: Perjanjian Sewa 5 Tahun, Pihak Ketiga Bersiap Sambut Musim Libur Sekolah

Setiap panel kaca berukuran 1,8 x 1,5 meter dan memiliki bobot sekitar 180 kilogram. Berdasarkan hasil uji laboratorium, lapisan kaca bagian bawah baru pecah pertama setelah menerima beban sebesar 6.290 kilogram atau sekitar 6,2 ton. Pengujian kemudian dilanjutkan hingga lapisan kaca bagian atas pecah pada beban 3.980 kilogram atau sekitar 3,9 ton.

"Selain uji ekstrem hingga kaca hancur di laboratorium, kami juga melakukan simulasi beban operasional harian. Kaca dinaiki delapan orang dewasa secara bersamaan hingga dilakukan simulasi menggunakan bantalan karet jembatan. Hasilnya tidak ditemukan retak maupun kerusakan," tegasnya.

Ia menambahkan, umur rencana Jembatan Kaca Seruni Point diperkirakan 50 tahun. Usia tersebut lebih panjang dibandingkan umur rencana jembatan gantung pada umumnya yang berkisar 20 tahun.

Meski demikian, beberapa komponen nonstruktural memiliki masa pakai lebih pendek, sehingga harus diganti secara berkala. Seperti jaring pengaman, safety walk, sealant sambungan kaca, hingga cat pelindung.

 "Perawatan rutin tetap wajib dilakukan. Jika ada kerusakan kecil yang tidak segera diperbaiki, itu bisa menjadi bagian kritis yang memengaruhi keamanan jembatan," ujarnya.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi optimistis kehadiran Jembatan Kaca Seruni Point akan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bromo.

Dari atas jembatan, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Batok dari sudut pandang yang berbeda. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#uji kelayakan #wisata #jembatan kaca bromo #Seruni Point