Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Hanya Andalkan Statistik, Bupati Probolinggo dr Haris Minta Camat Turun Lapangan

Agus Faiz Musleh • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:03 WIB
RAKOR: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris (tengah) memimpin rakor Kecamatan SAE dan mapping potensi kecamatan, Senin (22/6). (ISTIMEWA)
RAKOR: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris (tengah) memimpin rakor Kecamatan SAE dan mapping potensi kecamatan, Senin (22/6). (ISTIMEWA)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kesenjangan antara data administratif dan kondisi riil lapangan menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo. terutama untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

Karena itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meminta para camat tidak hanya berperan sebagai administrator wilayah. Tetapi juga menjadi sumber utama informasi mengenai persoalan dan potensi desa. Menurutnya, pemetaan yang akurat menjadi syarat penting agar program pembangunan tidak salah sasaran.

“Camat betul-betul harus tahu kekuatan dan kelemahan setiap desa. Harus ada peta desa yang berkembang, solusi yang ditawarkan, dan kebutuhan prioritasnya. Itu yang kami harapkan, sehingga pemerintah memahami kondisi riil di lapangan," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam evaluasi pemetaan potensi kecamatan yang mengacu pada lima misi pembangunan daerah. Yakni, pemerintahan, ekonomi, pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, serta sosial.

Menurut Haris, selama ini pemerintah sering dihadapkan pada banyak data. Tetapi belum tentu mampu menggambarkan persoalan yang paling mendesak di tingkat desa. Karena itu, kecamatan diharapkan mampu mengidentifikasi secara rinci kondisi wilayahnya, mulai dari sektor ekonomi hingga pelayanan dasar.

“Yang kami harapkan, kita paham potensi terbesar setiap kecamatan dan masalah utamanya dalam ekonomi. Kemudian, solusi konkret yang bisa dilakukan pemerintah apa,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar aparatur pemerintah tidak terjebak pada laporan statistik semata. Menurutnya, berbagai persoalan sosial sering tidak dapat dipahami hanya melalui angka.

“Jangan hanya bicara data. Camat harus turun ke bawah. Melihat dengan mata kepala sendiri seberapa urgen persoalan yang ada, termasuk kondisi jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya. Untuk sosial juga harus dipahami secara manusiawi, bukan sekadar angka," ujarnya. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#administratif #riil #lapangan #pemkab #probolinggo