KANIGARAN, Radar Bromo- Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo harus bekerja lebih keras dalam mengumpulkan zakat. Kini, mereka ditarget bisa mengumpulkan zakat minimal Rp 1 miliar per bulan. Salah satu yang juga harus disentuh di luar Aparatur Sipil Negara (ASN).
Target itu disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin ketika melantik pimpinan Baznas Periode 2026-2031. Selasa (23/6), mereka dilantik di Gedung Puri Manggala Bhakti Pemkot Probolinggo.
Berdasarkan SK, Imanuddin Abil Fida ditetapkan sebagai ketua Baznas Kota Probolinggo. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan ada Ahmad Fais; Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Amanal Khoifin; Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Azam Fikri; serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Heri Wijayani.
Aminuddin mengatakan, Baznas memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan daerah. Khususnya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan peran Baznas dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat harus dioptimalkan dan ditingkatkan. Guna mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Probolinggo.
Menurutnya, potensi zakat di Kota Probolinggo masih sangat besar. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu berinovasi dan mempunyai strategi tepat, sehingga penghimpunan zakat makin meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selama ini, zakat yang berhasil dikumpulkan Baznas Kota Probolinggo dari ASN berkisar Rp 200 juta per bulan. Menurutnya, pimpinan baru harus bisa meningkatkan pengumpulan zakat hingga Rp 1 miliar per bulan. Dengan target sasaran selama ini ASN, dapat diperluas ke perusahaan BUMD, swasta, maupun pekerja lainnya.
“Lembaga pengelola zakat swasta saja bisa mengumpulkan zakat hingga Rp 3 miliar lebih, jadi Baznas Kota seharusnya bisa memaksimalkan dengan target menghimpun zakat hingga Rp 1 miliar,” ujarnya.
Ketua Baznas Kota Probolinggo Imanuddin Abil Fida mengatakan, kepengurusan baru telah merumuskan tiga fokus utama selama masa kerja lima tahun ke depan. Salah satunya pengumpulan dan pendistribusian zakat yang adil dan merata. Pihaknya juga akan mengoptimalkan penghimpunan zakat dari sektor non-ASN. Serta, mengarahkan pemanfaatannya pada program-program produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan fokus perkuat internal lebih dulu dengan memantapkan program atau inovasi. Selanjutnya, kami akan bawa ke pelaku usaha, pengusaha, dan masyarakat untuk dapat meningkatkan penghimpunan zakat di Kota Probolinggo,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga