Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cuaca Ekstrem, Dapur Warga Tegalsiwalan-Probolinggo Disapu Angin

Achmad Arianto • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:39 WIB
RUSAK: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen kerusakan dapur warga Desa/Kecamatan Tegalsiwalan yang terdampak angin kencang. (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
RUSAK: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen kerusakan dapur warga Desa/Kecamatan Tegalsiwalan yang terdampak angin kencang. (BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

TEGALSIWALAN, Radar Bromo - Cuaca ekstrem yang sempat melanda Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, membawa bencana. Atap dapur rumah warga Dusun Motok, Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, Misdianto, 37, porak poranda tersapu angin kencang Senin (22/6).

Syukur tidak sampai ada korban jiwa dalam insiden ini, Namun pemilik rumah mengalami kerugian materiil. Bencana terjadi ketika wilayah Kecamatan Tegalsiwalan, sedang mendung. Tak lama kemudian, angin berembus. Awalnya, angin datang dengan kecepatan rendah hingga perlahan berubah menjadi angin kencang. Akhirnya, menyapu atap dapur rumah milik Misdianto.

Bangunan dapur semipermanen dengan konstruksi kayu dan bambu, masih tegak berdiri. Namun atap dapur yang menggunakan asbes, rusak disapu angin.

“Angin kencang sesaat terjadi siang hari. Kuatnya angin menyebabkan atap bangunan dapur rusak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Mendapatkan laporan kejadian itu, petugas BPBD Kabupaten Probolinggo kemudian mendatangi lokasi bencana. Mereka melakukan asesmen dampaknya. Diketahuil, angin kencang bersifat destruktif merusak atap dapur.

Dipastikan tidak ada korban jiwa. Tetapi pemilik rumah mengalami kerugian materi. Oemar mengatakan, dari hasil asesmen yang telah dilakukan, nantinya akan ditindaklanjuti dengan penyaluran logistik kebencanaan.

Ia juga meminta masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi bencana. Dalam kondisi pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau, cuaca ekstrem bisa saja terjadi. Dengan adanya kewaspadaan, maka dampak bencana yang ditimbulkan dapat diminimalisasi.

Tidak ada korban jiwa. Asesmen lanjutan segera kami lakukan,” ujarnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#melanda #tegalsiwalan #Ekstrem #angin #probolinggo