KANIGARAN, Radar Bromo- Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi anak berkebutuhan khusus (ABK), mutasi, dan prestasi SMPN Kota Probolinggo telah diumumkan Senin (22/6). Hasilnya, ratusan kursi kuota jalur ABK dan mutasi belum terpenuhi.
Nantinya, sisa kuota dari semua jalur SPMB akan dibuka kembali pendaftaran dan memprioritaskan bagi jalur afirmasi. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, untuk SPMB SMPN jalur afirmasi mengambil kuota 25 persen. Terhitung ada 544 kursi dari 2.176 kursi sejumlah 10 SMPN se-Kota Probolinggo.
Kuota itu dibagi menjadi 15 persen untuk afirmasi calon siswa tidak mampu dan 10 persen untuk ABK. Hasilnya, jalur afirmasi hanya terisi 346 kursi dan tersisa 198 kursi. Paling banyak di SMPN 9, dari 40 kursi tersisa 24 kursi. Sedangkan, paling sedikit di SMPN 2, dari 27 kursi tersisa 13 kursi.
Kuota jalur mutasi atau pindah tugas dari kuota 5 persen atau 109 kursi hanya terisi 25 kursi. Artinya, masih ada 84 kursi jalur ini yang belum terisi. Paling banyak dari SMPN 9, jatah 13 krusi tidak terisi sama sekali. Sedangkan, paling sedikit di SMPN 1, dari 8 kursi tersisa 3 kursi.
“Semua lembaga SMP Negeri tidak ada yang memenuhi kuota jalur ABK 5 persen dari kuota rombel (rombongan belajar). Selain itu, kuota jalur mutasi juga masih tersisa. Tapi kalau jalur afirmasi tidak mampu dan prestasi sudah terisi semua,” ujar Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi, Senin (22/6).
Seperti SMPN 1, kata Sibro, dengan kuota 224 kursi atau 7 rombel, kuota jalur afirmasi ABK hanya terisi satu siswa dan jalur afirmasi tidak mampu terisi 34 siswa. Sedangkan, kuota 25 persen dari total kuota 224 kursi adalah 56 kursi. Dari kuota 56 kursi jalur afirmasi, hanya terisi 35 kursi dan tersisa kuota 21 kursi.
Kemudian, jalur mutasi dengan kuota 5 persen dari total kuota 224 kursi adalah 11 kursi. Hasilnya, hanya terisi 8 siswa dan tersisa 3 kursi. Dengan begitu, di SMPN 1, sisa jalur afirmasi dan mutasi masih ada 24 kursi.
“Kondisi itu terjadi di 10 lembaga SMP Negeri. Jalur mutasi dan ABK belum terpenuhi sepenuhnya. Dan harus dibuka kembali dengan memprioritaskan bagi siswa tidak mampu atau jalur afirmasi,” ujarnya usai berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, hasil SPMB akan diumumkan secara terbuka. Setelah SPMB, semua jalur tuntas akan dibuka kembali pendaftaran untuk mengisi sisa kuota. Namun pihaknya akan memprioritaskan jalur afirmasi yang masuk di DTSEN desil dan jarak rumah.
“Jalur afirmasi ABK yang memang hampir tidak terpenuhi. Faktornya, masyarakat tidak berkenan mendaftarkan anaknya di jalur ABK. Untuk itu, sisa kuota afirmasi ABK dan semua jalur lainnya nanti akan diprioritaskan untuk siswa afirmasi tidak mampu,” jelasnya. (mas/rud)
Banyak Siswa Desil 1 Tak Lolos Seleksi
SELEKSI Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tingkat SMA-SMK di Kota Probolinggo menjadi sorotan DPRD Kota Probolinggo. Sebab, banyak siswa dari keluarga kurang mampu tidak diterima di SMA-SMK Negeri Kota Probolinggo melalui jalur afirmasi.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Amir Mahmud mengatakan, SPMB tingkat SMA-SMK Negeri banyak dikeluhkan wali murid. Mereka menyampaikan tentang siswa yang kurang mampu tidak diterima di SMA-SMK Negeri melalui jalur afirmasi. Padahal, jelas masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.
“Seharusnya siswa tidak mampu yang masuk desil 1 itu, prioritas untuk bisa diterima di SMA-SMK Negeri, sehingga mereka bisa melanjutkan sekolah dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Meski SMA-SMK Negeri, biaya sekolah masih mahal,” katanya, Senin (22/6).
Pernyataan serupa diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi. Menurutnya, SPMB jalur afirmasi tingkat SMA-SMK di Kota Probolinggo patut dipertanyakan. Sebab, siswa dari DTSEN desil 1 kalah dengan siswa desil 4. Padahal, siswa dari keluarga desil 1 seharusnya menjadi prioritas untuk bisa lolos atau diterima jalur afirmasi.
“Banyak siswa yang mengadu ke saya, sekitar 15 anak. Sebagian besar mereka masuk desil 1 yang jelas tidak mampu dan secara sistem seharusnya prioritas di jalur afirmasi,” terangnya.
Menurut Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Probolinggo Slamet Goestiantoko saat dikonfirmasi mengatakan, SPMB tingkat SMA-SMK Negeri yang mendaftar banyak dan tidak ada ketentuan soal desil 1, 2, atau 3. Mereka mendaftar melalui jalur afirmasi sesuai kartu sebagai keluarga tidak mampu, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK).
Jika pendaftar melebihi kuota, kata Slamet, maka akan diseleksi berdasarkan jarak rumah atau domisili. “Semua pendaftaran sudah tersistem di aplikasi. Jadi mereka yang mendaftar di jalur afirmasi diverifikasi dulu dengan bukti kartu PKH dan lainnya. Tidak ada kaitannya dengan desil 1, 2, atau 3,” jelasnya. (mas/rud)
KUOTA SPMB 2026 TINGKAT SMPN
|
SATUAN PENDIDIKAN |
Total Kuota |
Jalur Afirmasi (plus ABK) |
Jalur mutasi (pindah tugas) |
Jalur prestasi |
|
SMP Negeri 1 |
224 |
35 (sisa 21) |
8 (Sisa 3 kursi) |
67 |
|
SMP Negeri 2 |
160 |
27 (sisa 13) |
1 (sisa 5 kursi) |
48 |
|
SMP Negeri 3 |
224 |
38 (sisa 18) |
1 (sisa 7 kursi) |
67 |
|
SMP Negeri 4 |
256 |
40 (sisa 24) |
4 (sisa 9 kursi) |
77 |
|
SMP Negeri 5 |
224 |
36 (sisa 20) |
5 (sisa 9 kursi) |
67 |
|
SMP Negeri 6 |
192 |
29 (sisa 19) |
- (sisa 10 kursi) |
40 |
|
SMP Negeri 7 |
224 |
34 (sisa 22) |
1 (sisa 10 kursi) |
67 |
|
SMP Negeri 8 |
192 |
29 (sisa 19) |
3 (sisa 10 kursi) |
58 |
|
SMP Negeri 9 |
256 |
40 (sisa 24) |
(sisa 13 krusi) |
77 |
|
SMP Negeri 10 |
224 |
38 (sisa 18) |
4 (sisa 7 kursi) |
67 |
|
Total Sisa |
2.176 |
198 kursi |
84 kursi |
- |
*) Catatan:
· Jalur Afirmasi / ABK paling sedikit 20 persen dan tidak melebihi 25 persen.
· Jalur Mutasi paling banyak 5 persen.
· Jalur Prestasi paling sedikit 25 persen dan tidak melebihi 30 persen.
Editor : Fahreza Nuraga