Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Perbaikan Jalan dan Drainase JLU Mayangan Probolinggo Dikebut, Atasi Kerusakan Jalan dan Genangan

Inneke Agustin • Senin, 22 Juni 2026 | 19:55 WIB
DIKEBUT: Sebuah ekskavator saat mengangkat U-ditch di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (22/6). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
DIKEBUT: Sebuah ekskavator saat mengangkat U-ditch di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (22/6). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

MAYANGAN, Radar Bromo-Proyek perbaikan jalan dan drainase di ruas Jalan Lingkar Utara (JLU), Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus dikebut. Senin (22/6) siang, sejumlah pekerja fokus mengerjakan saluran drainase.

Saluran drainase yang menggunakan U-ditch ini dipasang sebagai bagian dari upaya mengatasi genangan air yang kerap muncul saat musim hujan. Sehingga menyebabkan jalan cepat rusak.

Warga, 43, pengawas lapangan menjelaskan, pekerjaan telah dimulai sekitar 1,5 bulan lalu. Saat ini, pengerjaan masih fokus pada pembangunan saluran drainase dengan total panjang sekitar 600 meter.

Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan cross drain atau saluran melintang di Simpang Tiga Terminal Kargo. Panjangnya kurang lebih 15 meter.

“Sekarang pembangunan drainase sudah 70 persen rampung, sisa 30 persen. Kemungkinan dua minggu lagi selesai,” sebutnya.

Poses pekerjaan diawali dengan pengerukan saluran lama menggunakan ekskavator. Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala.

Mulai dari tumpukan sampah di dalam saluran hingga pipa PDAM yang berada pada kedalaman relatif dangkal. Sehingga rawan kena keruk.

Baca Juga: Bercak Darah di Dinding dan Keterangan Tukang Becak Jadi Petunjuk Misteri Tewasnya Manusia Silver di Pilang Probolinggo

“Karena posisi pipa cukup dangkal, saat penggalian kadang terdampak. Sehingga beberapa pipa harus dipindah ke bagian belakang saluran agar tidak mengganggu konstruksi,” jelasnya.

Setelah pengerukan selesai, baru dipasang U-ditch tipe DS4 yang kemudian ditutup dengan pelat beton. Keberadaan drainase baru tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi genangan yang selama ini sering terjadi di kawasan JLU.

“Setelah U-ditch terpasang, kami tutup menggunakan beton. Selanjutnya, akan dilakukan pekerjaan rigid pavement,” ucap warga asal Kabupaten Subang, Jawa Barat tersebut.

Staf PPK 35 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Taufik Andriyadi Utama menambahkan, sebelum proyek dilakukan, pihaknya telah memperbaiki sejumlah kerusakan yang cukup parah. Kerusakan kebanyakan berupa lubang-lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Karena itu, dalam proyek ini, dilakukan perbaikan beton atau repair beton pada titik-titik yang rusak. Baru kemudian dilakukan perataan permukaan menggunakan lapisan aspal AC binder setebal enam sentimeter secara bertahap.

Tahap berikutnya yaitu pekerjaan pembetonan jalan yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 24 Juni,” lanjutnya.

Untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan, pembetonan akan menggunakan alat paver concrete. Yakni, alat khusus yang mampu menghasilkan permukaan beton lebih rata dan berkualitas.

Pekerjaan pembetonan akan dibagi menjadi dua zona. Zona pertama mencakup ruas dari pintu masuk Pelabuhan Tanjung Tembaga hingga Simpang Tiga Terminal Kargo. Panjangnya kurang lebih 550 meter.

Lalu zona kedua membentang dari Terminal Kargo Mayangan hingga Gedung KDKMP Kelurahan Mangunharjo. Ini lebih panjang yaitu sekitar 1,22 kilometer.

Pengerjaan itu akan diawali dari zona kedua. Sebab, dinilai memiliki tingkat kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan zona pertama.

“Nanti kami mulai dari zona dua terlebih dahulu, sebab zona satu lebih kompleks,” ungkap Andri.

Rencananya, pembetonan dilakukan sore hingga malam. Tujuannya, menjaga kualitas beton agar proses pengerasan berlangsung optimal.

“Kalau dikerjakan siang, air di dalam beton lebih cepat menguap karena suhu yang tinggi. Itu bisa memengaruhi mutu beton. Karena itu, pekerjaan dilakukan sore hingga malam agar kualitasnya tetap terjaga,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Mayangan #genangan #perbaikan jalan #u-ditch #jlu probolinggo