KADEMANGAN, Radar Bromo- Andika Wahyu Santoso, 22, pria yang tiap harinya bekerja sebagai manusia silver ditemukan tewas mengenaskan di belakang warung, kawasan simpang empat Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo, Senin pagi (22/6).
Pada kepala korban, ditemukan sebuah luka. Tak jauh dari lokasi ditemukannya korban meninggal, juga ditemukan bercak darah pada tembok. Serta ada sejumlah batu.
Terkait meninggalnya korban, polisi juga telah menghubungi pihak keluarganya.
Tante korban yaitu Putri, 28, mengungkapkan, korban Andika sudah lama meninggalkan rumah dan hidup di jalanan.
Menurutnya, korban pergi dari rumah sejak kedua orang tuanya berpisah sekitar tujuh tahun lalu.
"Sempat tinggal di rumah saya, lalu dua tahun kemudian pergi lagi,” cerita Putri.
“Kalau hidup di jalanan ini sudah sekitar lima tahun. Kasihan dia pergi dari rumah sejak orang tuanya berpisah," kata perempuan yang tinggal di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, tersebut.
Beberapa tukang becak yang biasa mangkal di simpang empat Pilang menyebut, korban sempat terlibat perkelahian pada malam sebelumnya.
"Kalau menurut informasi dari tukang becak yang biasa mangkal di sini, semalam korban sempat berkelahi. Entah dengan siapa," terang Muhammad Adi Syukur, 50, anak Mariyam, sang pemilik warung.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami benturan keras di bagian kepala. Baik itu akibat dihantam benda tumpul atau kepalanya dibenturkan ke tembok.
Polisi saat ini masih terus mendalami meninggalnya korban. Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono menjelaskan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Baca Juga: Warga Pilang Probolinggo Geger, Manusia Silver Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
"Keluarga korban sudah terkonfirmasi dan saat ini memberikan keterangan di Mapolres. Sedangkan korban akan diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujarnya. (gus/hn/mie)
Editor : Muhammad Fahmi