Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gelombang Laut Relatif Aman, Nelayan Pasuruan Diminta Waspada Cuaca Mendadak

Fahreza Nuraga • Senin, 22 Juni 2026 | 09:06 WIB
JAGA ASET: Seorang nelayan di Pasuruan menambatkan perahunya, beberapa waktu lalu. Beberapa hari ke depan, gelombang laut di perairan Pasuruan diprediksi aman. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH/JAWA POS RADAR BROMO)
JAGA ASET: Seorang nelayan di Pasuruan menambatkan perahunya, beberapa waktu lalu. Beberapa hari ke depan, gelombang laut di perairan Pasuruan diprediksi aman. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH/JAWA POS RADAR BROMO)

PASURUAN, Radar Bromo - Kabar baik bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di Kabupaten Pasuruan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di perairan Pasuruan masih berada pada kategori rendah hingga sedang selama lima hari ke depan.

Berdasarkan informasi tinggi gelombang Jawa Timur yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya dan berlaku mulai 22-26 Juni 2026, tinggi gelombang di perairan Pasuruan diprakirakan berkisar 0,46 hingga 0,56 meter. Rinciannya, pada 22 Juni tinggi gelombang diprediksi mencapai 0,56 meter.

Pada 23 Juni, berkisar 0,53–0,58 meter; 24 Juni, antara 0,51–0,53 meter; 25 Juni, sekitar 0,48–0,52 meter; dan 26 Juni, berada pada kisaran 0,46–0,49 meter. Meski relatif aman, BMKG tetap mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk tidak lengah terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, secara umum kondisi gelombang di perairan Pasuruan masih cukup kondusif untuk aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan skala kecil.

“Untuk wilayah perairan Pasuruan, tinggi gelombang dalam beberapa hari ke depan masih berada di bawah satu meter sehingga relatif aman. Namun masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi peningkatan angin dan gelombang apabila muncul awan kumulonimbus atau cuaca buruk secara lokal," katanya.

Menurutnya, saat ini angin timuran masih mendominasi wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut menyebabkan gelombang lebih tinggi terjadi di perairan selatan dibandingkan kawasan Laut Jawa, termasuk Pasuruan.

Gelombang cukup tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur. Seperti di Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Banyuwangi yang diprakirakan mencapai 2 meter lebih pada 22 hingga 24 Juni.

“Nelayan maupun operator kapal tetap disarankan memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

BMKG juga mengingatkan bahwa keberadaan awan kumulonimbus yang luas dan gelap dapat memicu peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang secara tiba-tiba di wilayah perairan. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#tranpostasi #geofisika #pasuruan #nelayan #laut