Pemerintah Desa Bago, Kecamatan Besuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa guna mendukung kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Salah satu program pembangunan yang saat ini menjadi perhatian adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan, tepatnya di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah tersebut.
PEMBANGUNAN TPT tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata. Selain berfungsi untuk mengurangi risiko longsor maupun erosi, TPT juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat dan para pelajar yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Kepala Desa Bago, Drs Nawawi, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan TPT di Dusun Krajan menjadi salah satu prioritas karena lokasinya berada di area yang cukup strategis dan dekat dengan fasilitas pendidikan.
“Pembangunan TPT di Dusun Krajan ini dilakukan untuk memperkuat kondisi lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para siswa yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kami ingin fasilitas umum yang ada di desa dapat didukung oleh infrastruktur yang baik,” ujar Drs Nawawi.
Menurutnya, keberadaan sekolah sebagai pusat pendidikan generasi muda harus mendapat perhatian bersama.
Sehingga pembangunan sarana pendukung di sekitar lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan suasana belajar yang aman dan nyaman.
Selain manfaat dari sisi keselamatan, pembangunan TPT juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah desa terhadap keberlanjutan pembangunan lingkungan. Infrastruktur yang kuat akan mendukung ketahanan wilayah desa terhadap berbagai potensi kerusakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Nawawi menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia berharap seluruh program pembangunan yang dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.
“Pembangunan yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin baik, aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar dan lingkungan desa menjadi lebih tertata,” tambahnya.
Pemerintah Desa Bago optimistis pembangunan TPT di Dusun Krajan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ke depan, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang maju, aman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.

Jembatan-RTLH Wujud Sejahterakan Warga
KOMITMEN Pemerintah Desa Bago, Kecamatan Besuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan dan sosial.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah desa juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Termasuk akses transportasi dan kelayakan tempat tinggal warga kurang mampu.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan jembatan di Dusun Bago Kidul.
Infrastruktur tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses bagi tujuh kepala keluarga (KK) sekaligus mendukung mobilitas masyarakat menuju area pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
Kepala Desa Bago, Drs Nawawi, menjelaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, jembatan juga menjadi sarana penting dalam menunjang kegiatan ekonomi warga, khususnya di sektor pertanian.
“Jembatan di Dusun Bago Kidul ini digunakan oleh tujuh kepala keluarga dan juga menjadi akses menuju lahan pertanian. Dengan adanya infrastruktur yang baik, masyarakat akan lebih mudah menjalankan aktivitas dan mengangkut hasil pertanian mereka,” kata Drs Nawawi.
Menurutnya, pembangunan akses yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih efektif.
Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Desa Bago juga menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Pada tahun ini, bantuan RTLH diberikan kepada seorang warga di Dusun Krajan yang merupakan seorang lansia dan mengalami kondisi sakit sehingga tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Nawawi menegaskan bahwa program RTLH merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak sehingga penerima manfaat dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman.
“Penerima bantuan RTLH adalah warga yang memang membutuhkan. Beliau merupakan lansia yang sedang sakit dan sudah tidak bisa bekerja. Melalui program ini kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan desa harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Oleh karena itu, selain membangun infrastruktur fisik, pemerintah desa juga berupaya menghadirkan program-program sosial yang berorientasi pada kemanusiaan dan kesejahteraan.
Melalui pembangunan jembatan di Dusun Bago Kidul dan penyaluran bantuan RTLH di Dusun Krajan, Pemerintah Desa Bago menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya tentang membangun sarana dan prasarana, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Desa Bago terus bergerak menuju desa yang maju, inklusif, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakatnya. (mu/fun/*)
Editor : Abdul Wahid