PAITON, Radar Bromo –Kondisi Jembatan Matikan II di jalur pantura Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tak lagi kokoh.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bakal merehab jembatan itu mulai Senin (22/6).
Keputusan merehabilitasi diambil setelah petugas BBPJN Jawa Timur–Bali mengecek langsung kondisi fisik jembatan.
Dari hasil pengecekan diketahui, struktur jembatan dinilai mengalami penurunan kekuatan akibat usia yang sudah tua serta paparan cuaca yang terus-menerus.
Jembatan Matikan II ini memiliki panjang sekitar 5 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini merupakan infrastruktur penting di jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.
Sebenarnya, jembatan ini telah beberapa kali mendapatkan pemeliharaan. Namun kualitas jembatan terus menurun.
Situasi tersebut semakin diperburuk oleh tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari, termasuk kendaraan antarpulau dengan tonase berat.
Kombinasi faktor usia konstruksi, beban lalu lintas yang tinggi, serta pengaruh lingkungan dalam jangka panjang membuat kekuatan jembatan tidak lagi optimal.
“Rehabilitasi dilakukan untuk penguatan konstruksi jembatan. Serta menjaga keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan nasional,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jawa Timur-Bali Wahyu Wibowo.
Wahyu menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dengan metode pembongkaran dan pembangunan ulang struktur jembatan.
Tahapan awal dimulai dengan pengupasan lapisan aspal di permukaan jembatan hingga ke lapisan beton.
Setelah itu, beton lama yang sudah tidak layak dibongkar. Dilanjutkan dengan pengecoran beton baru untuk memperkuat struktur jembatan.
Proses pengecoran ini membutuhkan waktu pengeringan sebelum akhirnya masuk tahap finishing. Yaitu, pengaspalan kembali permukaan jembatan agar dapat digunakan secara normal.
Selain itu, pengerjaan juga akan dilakukan secara bergantian. Sehingga bisa meminimalisasi gangguan terhadap arus lalu lintas.
“Pengerjaan dilakukan secara bergantian. Dari sisi kiri jembatan dulu setelah selesai pindah ke kanan,” terangnya.
Wahyu menuturkan, rehabilitasi Jembatan Matikan II diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang, dengan estimasi maksimal sekitar satu bulan.
Meski demikian, pihaknya menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.
Harapannya, dampak terhadap kelancaran lalu lintas tidak berlangsung lama.
Karena itu, selama proses pengerjaan nantinya, koordinasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan tanpa hambatan.
“Senin (22/6), rehabilitasi jembatan kami laksanakan. Agar pelaksanaannya cepat tanpa ada hambatan kami berkoordinasi dengan pihak terkait,” bebernya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi