KEDOPOK, Radar Bromo-Korsleting listrik menyebabkan kebakaran di Kelurahan Jrebeng Lor, Kedopok, Kota Probolinggo.
Jumat (19/6) dini hari, rumah milik Iqbal, 25, di Jalan Sunan Ampel, terbakar.
Kakak korban, Waqiah, 31, menyampaikan, saat kebakaran terjadi, rumah sedang kosong. Korban tengah menghadiri pengajian, sementara dirinya ada di rumah mertuanya di Sumber, Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran pertama kali diketahui paman korban yang tinggal di depan rumah korban, Hasan, 40. “Malam itu paman saya terbangun karena mencium bau hangus dan suara seperti kaca pecah,” katanya.
Hasan pun keluar rumah. Saat itulah, dia melihat api sudah menyala besar di ruang tamu rumah korban. Ia pun segera berteriak minta tolong.
Saat itu juga, warga sekitar berdatangan dan membantu memadamkan api secara manual. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Api menjalar melalui kabel yang ada di atap, kemungkinan karena korsleting. Meski kami tidak tahu secara pasti penyebabnya apa,” tuturnya.
Waqiah dan suami langsung pulang ke rumah begitu mendapat informasi rumah adiknya terbakar. Perjalanan dari Sumber yang biasanya sekitar satu jam, ditempuh hanya 25 menit saking paniknya.
“Sampai di sini, rumah adik sudah terbakar hebat. Warga dan damkar tengah memadamkan api. Pemadam ada yang dari depan dan samping kanan kiri rumah. Bahkan jendela kaca sisi barat harus dipecahkan untuk akses pemadaman,” terangnya.
Beberapa barang berharga milik korban terbakar. Seperti dua kulkas, mesin cuci, laptop, satu set sofa, BPKB kendaraan, dan ijazah SD hingga SMA. Namun Waqiah belum bisa menafsirkan berapa kerugian materil atas kejadian ini.
“Kami masih fokus membersihkan puing-puing rumah. Ini adalah rumah induk dan sudah berdiri sejak 1970-an. Rumah pertama di lingkungan ini dan tentunya banyak kenangan keluarga kami di sini,” terangnya.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Soleh Hermanto menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari Call Center 112 sekitar pukul 00.19. Tim damkar segera bergerak ke lokasi dengan membawa dua unit fire truck berkapasitas 3.000 dan 5.000 liter.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Pada pukul 02.10, api baru terkondisikan. Sementara ini diduga karena korsleting listrik,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi