Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces Bidik PADes dari Ribuan Ayam Petelur

Inneke Agustin • Jumat, 19 Juni 2026 | 06:32 WIB
TERNAK: Pendamping Lokal Desa Kecamatan Leces Hel Abdul Rozaq (berdiri) dan Kasi Pembangunan Kecamatan Leces Yogo Prasetyo (jongkok) di lokasi peternakan ayam petelur di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
TERNAK: Pendamping Lokal Desa Kecamatan Leces Hel Abdul Rozaq (berdiri) dan Kasi Pembangunan Kecamatan Leces Yogo Prasetyo (jongkok) di lokasi peternakan ayam petelur di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces. (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

 PEMERINTAH Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces, terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan ayam petelur. Program ini menjadi salah satu sektor unggulan karena setiap hari mampu menghasilkan produk pangan sekaligus berpotensi mendukung peningkatan pendapatan desa.

Sejumlah 1.000 ekor ayam menjadi sumber pendapatan Pemerintah Desa Pondokwuluh. Keberadaan peternakan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi desa.

BANTUAN: Salah satu masyarakat menerima BLT DD 2025 di Balai Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces.
BANTUAN: Salah satu masyarakat menerima BLT DD 2025 di Balai Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces.

Operator Desa Pondokwuluh Saiful Anang mengatakan, dari total populasi ayam yang dipelihara, rata-rata mampu menghasilkan sekitar 870 butir telur setiap hari. Hasilnya langsung dipasarkan kepada warga sekitar dan sebagian diserap oleh para sales yang datang secara rutin.

Menurutnya, peternakan ayam petelur dipilih sebagai program ketahanan pangan karena prospeknya menjanjikan. Selain perawatannya relatif mudah, permintaan pasar terhadap produknya juga stabil.

“Cara perawatannya lebih mudah dibandingkan beberapa sektor lainnya. Pemasaran telurnya juga relatif mudah, sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan,” ujar Anang.

Ia berharap ke depan program peternakan ayam petelur ini mampu berkembang lebih besar dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Sektor ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Melalui penguatan sektor peternakan, pemerintah desa menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan desa. Sekaligus, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan. (gus/rud/*)

 

SEHAT: Kader Kesehatan menggelar kegiatan Posyandu Balita di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces.
SEHAT: Kader Kesehatan menggelar kegiatan Posyandu Balita di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces.

Jaga Kesejahteraan dan Kesehatan Warga

UPAYA meningkatkan kesejahteraan warga Desa Pondokwuluh, tidak hanya dilakukan melalui program ketahanan pangan. Pemerintah desa juga merancang beragam program pembangunan dan pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di antaranya, ada bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan kesehatan.

Tahun ini, pemerintah desa akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama kepada delapan keluarga penerima manfaat.

Mereka berasal dari masing-masing dusun di Desa Pondokwuluh. Serta, dipastikan telah melalui proses verifikasi, sesuai kriteria yang ditetapkan.

Operator Desa Pondokwuluh Saiful Anang mengatakan, penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Terutama kelompok rentan dan keluarga kurang mampu.

“Mayoritas penerima merupakan janda dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Selain bantuan sosial, pada pencairan Dana Desa tahap kedua, pemerintah desa berencana membangun sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) baru. Program ini bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Terutama di ruas jalan desa yang masih minim PJU.

“Nanti akan kami tentukan titik-titik yang memang membutuhkan penerangan. Selain membantu aktivitas warga, keberadaan PJU juga diharapkan dapat meminimalkan potensi tindak kriminal,” katanya.

Beriktunya ada program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada satu penerima manfaat. Program ini bertujuan membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

Di saat yang sama, pemerintah desa juga akan melaksanakan program jambanisasi bagi warga yang belum memiliki jamban.

Di bidang kesehatan, pelayanan masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan Posyandu, yang aktif dilaksanakan di setiap dusun. Sasarannya, mulai dari balita, ibu hamil, hingga warga lanjut usia.

“Posyandu tetap berjalan rutin setiap bulan. Ada posyandu balita, lansia, dan ibu hamil. Melalui kegiatan ini, kesehatan warga dapat dipantau secara berkala, baik pertumbuhan anak maupun kondisi kesehatan para lansia,” jelas Anang. (gus/rud/*)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#ayam petelur #pondokwuluh #Leces #pemerintah #gizi