KOMITMEN Pemerintah Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, dalam memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan. Salah satunya melalui pengembangan peternakan ayam petelur. Sejauh ini, manfaatnya telah dirasakan.
Pemerintah Desa Tigasan Kulon mempunyai sumber pendapatan yang cukup menjanjikan. Melalui peternakan ayam petelur, pemerintah desa saban hari bisa panen telur. Tercatat ada 639 ekor ayam yang setiap harinya menghasilkan telur untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas desa.
Pengurus Peternakan Sunan Saifurrahman menjelaskan, ayam yang dipelihara merupakan jenis Lohmann. Salah satu ras ayam petelur unggulan yang produktivitasnya dikenal tinggi. Ayam ini mampu menghasilkan sekitar 280 hingga 320 butir telur per tahun dengan tingkat efisiensi pakan yang baik, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap iklim tropis.
Menurutnya, ayam Lohmann mulai memasuki masa produksi pada usia 18-20 minggu. Pada masa puncak produksi, tingkat bertelurnya dapat mencapai 94 hingga 96 persen. Ayam jenis ini juga memiliki karakter tenang, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, serta memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik terhadap perubahan cuaca.
“Telur yang dihasilkan juga berukuran cukup besar dengan cangkang berwarna cokelat yang tebal dan tidak mudah pecah,” ujarnya.
Dalam perawatannya, ayam petelur ini mendapatkan pakan berupa campuran konsentrat, bekatul, dan jagung. Diberikan rutin setiap pagi dan sore. Untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, pemerintah desa menyediakan mesin penggiling jagung sendiri.
“Dengan memiliki alat penggiling sendiri, kami bisa menghemat sekitar Rp 125 ribu setiap kali menggiling jagung. Biasanya proses penggilingan dilakukan setiap lima sampai enam hari sekali,” jelas Sunan.
Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan mengatakan, sektor peternakan ayam petelur dipilih sebagai program ketahanan pangan karena dinilai paling sesuai kondisi desa.
“Perawatannya tidak terlalu rumit. Hasil telurnya bisa dinikmati setiap hari. Penyalurannya juga mudah, sehingga program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pengembangan peternakan ayam petelur, pemerintah desa berharap dapat menciptakan kemandirian pangan desa. Sekaligus menjadi sumber pendapatan yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (gus/rud/*)
Tingkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Warga
KUALITAS hidup warga Desa Tigasan Kulon tak luput dari perhatian pemerintah desa. Salah satunya dengan menggelontor berbagai bantuan sosial. Seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan jamban.
Salah satu program yang kini telah direalisasikan adalah pembangunan kamar mandi dan jamban di lingkungan lembaga PAUD, RA, MI, dan MTs Hikmatul Hasanah di Dusun Gonggo. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan peserta didik, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan mengatakan, pembangunan sarana sanitasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan perilaku hidup bersih.
“Fasilitas ini kami bangun untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan peserta didik. Selain itu, juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui peningkatan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” katanya.
Kaur Kesra Desa Tigasan Kulon Saiful Rizal mengatakan, sebelum fasilitas tersebut tersedia, sebagian masyarakat memanfaatkan area curah maupun tegal untuk buang air besar. Kondisi ini tentu kurang mendukung upaya menciptakan lingkungan yang sehat.
“Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat menjadi lebih terbantu. Sebelumnya memang sudah ada kamar mandi, namun kami menambah agar lebih memadai dan dapat melayani kebutuhan warga dengan lebih baik,” terangnya.
Pemerintah desa juga merehab RTLH milik warga RT 09/RW 03 Dusun Degedeg, Muslim. Rumah yang sebelumnya kurang layak, kini telah direnovasi dan lebih aman ditempati. “Alhamdulillah, sekarang rumah sudah tidak bocor lagi dan terasa lebih nyaman untuk ditempati,” ujar Muslim. (gus/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi