MAYANGAN, Radar Bromo- Seorang karyawan salah satu bank milik negara di Kota Probolinggo, harus dievakuasi tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo.
Rabu (17/6) siang, korban berinsial Bs, 31, itu mendadak pingsan saat bekerja di lantai II kantornya.
Kondisinya sempat membuat rekan-rekan kerja korban panik. Mereka kemudian menghubungi petugas medis untuk memberikan pertolongan pertama sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Namun proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena petugas medis yang datang hanya membawa tandu jenis scoop. Tandu dinilai kurang sesuai untuk mengevakuasi korban dari lantai dua bangunan.
“Karena korban berada di lantai dua, mereka meminta bantuan kami untuk proses evakuasi menggunakan tandu jenis basket,” ujar Komandan Regu Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Bima Nur Dianto.
Baca Juga: Cegah Sengatan Tawon Vespa, Tim Damkar Kabupaten Pasuruan Evakuasi Sarang di Atap Rumah Warga
Tim Damkar menuju lokasi membawa tandu basket yang memang dirancang untuk mengevakuasi korban dari ketinggian maupun area dengan akses yang terbatas.
Di lokasi, tim juga berkoordinasi dengan tenaga medis sebelum mengevakuasi korban dari lantai dua menuju lantai satu.
Meski akses menuju lokasi cukup sempit, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Tidak ada hambatan yang signifikan. Hanya akses jalannya yang cukup sempit. Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit,” kata Bima.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dharma Husada, Kota Probolinggo, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Humas RS Dharma Husada Angel mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi gula darah korban berada pada level yang cukup tinggi. Sebelum pingsan, korban juga mengeluhkan sakit perut dan pusing berputar.
“Keluhannya mual dan pusing berputar. Saat dilakukan pemeriksaan, gula darahnya cukup tinggi. Kemungkinan kondisi tersebut yang menyebabkan korban lemas hingga pingsan,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi