PEMERINTAH Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus menggenjot pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat. Tahun ini, sejumlah proyek strategis direalisasikan untuk mendukung kenyamanan warga. Sekaligus mengantisipasi potensi bencana yang mengancam permukiman.
Pembangunan di Desa Sogaan dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah dan usulan masyarakat. Tahun ini, salah satunya berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Baru Dusun Brino, RT 1 dan 2/RW 3.
Pembangunan TPT ini memiliki dua volume pekerjaan. Masing-masing sepanjang 150 meter dengan tinggi 0,8 meter dan sepanjang 130 meter dengan tinggi 1 meter. Proyek ini menelan anggaran Rp 128,4 juta.
“Pembangunan TPT ini bertujuan menjaga stabilitas badan jalan. Saat ini terus berjalan untuk progres pengerjaannya,” ujar Sekretaris Desa Sogaan Misbah.
Pemerintah desa juga merehab balai desa di Dusun Balangan RT 3/RW 2. Pekerjaan meliputi pemasangan plafon baru dan pengecatan bangunan dengan anggaran Rp 22,5 juta.
Balai desa direhab karena plafon sebelumnya sudah tidak layak. Banyak bagian kayu yang keropos dan cat dinding telah terkelupas, sehingga mengurangi kenyamanan pelayanan kepada masyarakat.
“Setelah direhabilitasi, kondisi balai desa menjadi lebih baik dan representatif, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Berikutnya, ada pembangunan bronjong di Dusun Krajan RT 4/RW 1. Proyek untuk menahan tebing yang berpotensi longsor ini, dialokasikan dari Bantuan Kabupaten (BK). Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan dan rumah-rumah warga di sekitar lokasi,” kata Misbah.
Kawal Pembangunan dan Layanan Sosial
Pemerintah Desa Sogaan terus berupaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan program sosial kemasyarakatan. Sejumlah program direalisasikan dengan anggaran dari Dana Desa (DD) dan sumber pendanaan lainnya. Sekaligus mengawal usulan prioritas untuk tahun 2026.
Sekretaris Desa Sogaan Misbah mengatakan, seluruh program yang dijalankan mengacu pada hasil Musyawarah Desa (Musdes) guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Tahun ini ada lima keluarga penerima manfaat (KPM).
Di bidang sosial, pemerintah desa juga merealisasikan pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Yakni, milik Nilin, warga Dusun Krajan RT 5/RW 1. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal warga yang membutuhkan.
Pelayanan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Tahun ini, anggaran Posyandu mencapai Rp 77,6 juta untuk mendukung pelayanan bagi 230 balita, 25 ibu hamil, dan 40 warga lanjut usia (lansia).
Untuk pembangunan tahun 2026, rehabilitasi jembatan di Dusun Krajan RT 5/RW 1 menjadi usulan paling mendesak. Rencana ini masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Jembatan di perbatasan Desa Bucor Kulon dan Desa Glagah, itu mulai rusak karena fondasinya tergerus air. “Jembatan ini akses penting masyarakat sehingga perlu segera ditangani,” katanya.
Pemerintah desa juga mengusulkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area makam Dusun Balangan RT 2/RW 2. Adanya TPT diperlukan untuk mengatasi bencana longsor.
“Usulan lainnya lanjutan pembangunan irigasi di Dusun Siem RT 1/RW 4. Irigasi ini untuk mengairi sekitar tujuh hektare lahan pertanian padi, jagung, dan tembakau. Guna mendukung produktivitas petani serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” jelasnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
- Membangun TPT jalan baru di Dusun Brino RT 1&2/RW 3 dengan anggaran Rp 128,4 juta
- Merehab balai desa di Dusun Balangan RT 3/RW 2 dengan anggaran Rp 22,5 juta
- Membangun bronjong di Dusun Krajan RT 4/RW 1
- Menyalurkan BLT-DD untuk 5 KPM
- Membangun 1 unit RTLH di Dusun Krajan RT 5/RW 1
- Melaksanakan Posyandu dengan anggaran Rp 77,6 juta