KANIGARAN, Radar Bromo - Sejumlah 315 warga Kota Probolinggo, boleh semringah. Mereka mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemprov Jawa Timur senilai Rp 2.272.600.000.
Bantuan disalurkan melalui enam program bantuan sosial yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Bansos disalurkan kepada ratusan penerima manfaat. Mulai warga miskin ekstrem sampai penerima zakat produktif.
“Penerima manfaat berasal dari berbagai program bantuan sosial. Antara lain, penerima bantuan untuk masyarakat miskin ekstrem, peserta PKH plus, penerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), penerima zakat produktif, serta berbagai program bantuan sosial lainnya,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, sepanjang 2025, Pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,69 persen. Pihaknya menargetkan kemiskinan akan turun lagi dalam lima tahun ke depan.
Dengan kerja sama seluruh pihak dan dukungan pemprov, Aminuddin berharap angka kemiskinan di Kota Bayuangga, dapat terus menurun.
“Karena itu, capaian sebesar 0,69 persen dalam satu tahun menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Kami berkomitmen dalam lima tahun kedepan untuk terus menekan angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, tentang kerja sama yang terjalin selama ini antara kepala OPD dan seluruh pimpinan BUMD di Jawa Timur serta Pemkot Probolinggo. Bansos ini ada yang bersifat powering dan charity.
Menurutnya, bansos untuk difabel dan warga lanjut susia (lansia) kurang mampu di atas 70 tahun itu sifatnya charity. Namun, kalau untuk kemiskinan ekstrem dan zakat produktif, itu sifatnya lebih pemberdayaan ekonomi.
“Harapannya, kalau yang zakat produktif bisa memutus mata rantai rentenir, kira-kira seperti itu,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan sosial Abdurahman, 36, datang membawa rombong dagangan sempolnya di atas motor. Ia mengaku senang dan bersyukur atas bantuan sosial yang baru diterimanya kali pertama itu.
“Senang sekali. Semoga berkah bantuan ini. Saya baru pertama kali dapat bantuan Jawara Rp 3 juta, untuk beli rombong dan perlengkapannya.,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga