Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Melintas di Bawah Pohon Beringin Dekat Kuburan di Kota Probolinggo, Empat Pemotor Kecelakaan

Inneke Agustin • Minggu, 14 Juni 2026 | 05:09 WIB
HARUS BERSIH: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membersihkan buah beringin yang berjatuhan di Simpang Tiga Jalan K.H. Abdul Aziz dan Jalan Cangkring, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. (DAMKAR SATPOL PP KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)
HARUS BERSIH: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membersihkan buah beringin yang berjatuhan di Simpang Tiga Jalan K.H. Abdul Aziz dan Jalan Cangkring, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. (DAMKAR SATPOL PP KOTA PROBOLINGGO FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo – Lebatnya buah pohon beringin di Simpang Tiga Jalan K.H. Abdul Aziz dan Jalan Cangkring, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, membaca petaka. Empat pengendara motor terjatuh setelah melintasi jalan licin akibat “guyuran” buah pohon beringin, Jumat (12/6).

Mendapati bahaya, warga meminta bantuan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo, untuk membersihkannya. Komandan Regu Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Surachman Arief mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 12.53.

Warga menginformasikan kondisi jalan yang membahayakan pengguna jalan, karena dipenuhi buah beringin yang berjatuhan dari pohon di sekitar lokasi.

Mendapat itu, Tim Damkar Satpol PP langsung menuju lokasi untuk menanganinya. Petugas mendapati banyak buah beringin yang tersebar di jalan. Buah-buah itu terlindas kendaraan hingga hancur dan membuat permukaan jalan licin.

“Di dekat lokasi ada makam yang ditumbuhi pohon beringin. Buahnya banyak yang jatuh ke jalan, kemudian terlindas kendaraan, sehingga membuat jalan licin dan berbahaya bagi pengendara," ujar Arief.

Akibat kondisi tersebut, empat pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh melintas di lokasi. Beruntung tidak ada laporan korban mengalami luka serius. “Kemungkinan hanya luka ringan, karena saat petugas tiba di lokasi mereka sudah tidak berada di tempat kejadian," katanya.

Sebelum petugas datang, warga sekitar sempat berinisiatif memasang penanda guna memperingatkan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, agar lebih berhati-hati. Khawatir jumlah korban bertambah, warga melaporkan ke Damkar. “Warga sudah memberi tanda agar pengendara tidak melintas di area yang licin," jelasnya.

Proses pembersihan dilakukan dengan metode yang hampir sama seperti penanganan tumpahan solar maupun oli di jalan. Petugas menggosok permukaan jalan menggunakan sapu, air, dan sabun colek untuk menghilangkan sisa-sisa buah yang menempel dan menyebabkan jalan licin.

"Kami bersihkan dengan air dan sabun colek, kemudian digosok menggunakan sapu dan dibilas kembali hingga permukaan jalan tidak licin lagi," ungkap Arief.

Proses pembersihan berlangsung sekitar satu jam. Setelah seluruh sisa buah beringin berhasil dibersihkan, kondisi jalan kembali aman untuk dilalui kendaraan.

“Sekitar pukul 13.45 penanganan selesai dan kondisi lalu lintas kembali kondusif,” jelasnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#beringin #buah #damkar #probolinggo #kuburan