SUKAPURA, Radar Bromo-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menyerahkan pengelolaan Jembatan Kaca di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada pihak ketiga.
Kamis (11/6), dilakukan penandatanganan perjanjian sewa dan berita acara serah terima aset dengan pihak ketiga.
Hari itu, secara resmi aset Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan Jembatan Kaca diserahkan kepada CV Sinergi Permata Semesta (Member of The Lawu Group) sebagai pihak ketiga.
Perjanjian sewa itu berlaku 5 tahun, terhitung sejak penandatanganan serah terima hingga 10 Juni 2031.
"Aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk pengembangan dan pengelolaan objek wisata Jembatan Kaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)," terang Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.
Pemanfaatan aset itu, menurut Rudi (panggilannya), tindak lanjut dari proses pengelolaan Jembatan Kaca yang sebelumnya telah diserahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025.
Infrastruktur wisata itu dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru.
Baca Juga: Jembatan Kaca Bromo Mulai Dibuka Terbatas, Belum Dibuka untuk Warga Umum, Yuk Intip Aturannya
“Kehadiran Jembatan Kaca diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata alam, sekaligus menjadi alternatif destinasi unggulan di kawasan konservasi ini,” tambahnya.
Rudi menjelaskan, pengelolaan Jembatan Kaca juga menjadi bentuk sinergi antara BB TNBTS dan Pemkab Probolinggo dalam mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan kawasan, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip konservasi.
Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta Achmad Ridho menegaskan komitmennya untuk segera mengoperasionalkan Jembatan Kaca.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan inspeksi dan perawatan praoperasional. Sebab, menjelang musim libur sekolah akhir bulan ini.
Selanjutnya dalam pengoperasian jembatan kaca, menurutnya, pihaknya tetap akan memperhatikan dan mengikuti SOP yang dikeluarkan Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS).
Sehingga, menjamin keamanan dan keselamatan bagi para wisatawan yang berkunjung.
“Kami tetap akan mengikuti segala SOP yang ada. Meskipun pada dasarnya kami telah berpengalaman dalam operasional Jembatan Kaca di Kemuning SkyHill, Jawa Tengah,” paparnya.
Tak lupa, ia menegaskan dalam masa pegelolaan selama 5 tahun ke depan, The Lawu Group tetap akan berkomitmen dalam melestarikan kawasan konservasi dan memberdayakan SDM serta UMKM setempat.
Demi kemajuan wisata dan kesejahteraan ekonomi bersama. Utamanya warga di kawasan Bromo. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi