SEMANGAT pembangunan terus bergeliat di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah desa memanfaatkan berbagai sumber pendanaan untuk memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah proyek pembangunan fisik telah direalisasikan Pemerintah Desa Sumberkembar. Salah satunya pembangunan irigasi di Dusun Taman RT 02/RW 02. Saluran sepanjang 120 meter dengan lebar 0,9 meter dan tinggi 0,35 meter itu dibangun menggunakan anggaran Bantuan Kabupaten sebesar Rp 85 juta.
Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar pasokan air ke lahan pertanian milik warga, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Pemerintah desa juga menuntaskan pembangunan jalan paving di dusun yang sama. Jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,4 meter itu dibangun dengan anggaran Rp 48 juta dari bantuan kabupaten.
Infrastruktur tersebut menjadi akses penting bagi warga untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Termasuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Bendahara Desa Sumberkembar Massudi mengatakan, pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, infrastruktur yang memadai, menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Pembangunan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Baik melalui peningkatan akses jalan maupun dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga,” ujarnya.
Pada tahap berikutnya, Pemerintah Desa Sumberkembar akan membangun irigasi di Dusun Kedung Pawon RT 04/RW 04. Anggarannya dari Dana Desa.
Massudi menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus terhadap pembangunan fisik. Pemerintah desa turut memperkuat program sosial. Tahun ini ada 13 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
“Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menyasar tiga warga. Yakni, Sutadji di Dusun Taman serta Asan dan Warsih di Dusun Kedung Pawon. Di sektor kesehatan, anggaran Posyandu sebesar Rp 96 juta dialokasikan untuk pelayanan 170 balita, 20 ibu hamil, dan 70 lansia,” jelasnya. (dik/rud/*)
Olah Sampah Menjadi Berkah
DI tengah persoalan sampah yang kian kompleks, Pemerintah Desa Sumberkembar menghadirkan contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi lebih bermanfaat. Menjadi sumber pendapatan sekaligus sarana menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui Bank Sampah Mandiri yang berdiri sejak 2017, masyarakat diajak mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan. Gerakan ini digagas oleh pegiat lingkungan yang juga menjabat Kepala Dusun Taman Abdul Hayyi.
Berawal dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan keinginan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, ia membangun sistem pengelolaan sampah yang hingga kini tetap eksis dan berkembang.
Sampah yang dikelola berasal dari rumah tangga, pondok pesantren, hingga puskesmas. Berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, dan besi, dikumpulkan, dipilah, lalu dijual atau didaur ulang.
Warga yang menyetorkan sampah memperoleh imbalan uang tunai atau menabung hasil penjualan sampah untuk dicairkan menjelang Hari Raya. “Awalnya hanya panggilan hati untuk menjaga lingkungan. Alhamdulillah, sekarang manfaatnya juga dirasakan masyarakat,” ujar Abdul Hayyi.
Komitmennya membuahkan prestasi. Pada 2017, Bank Sampah Mandiri meraih Juara II tingkat Kabupaten Probolinggo. Tahun berikutnya Juara I dan pada 2019, menjadi Juara Harapan I. Atas kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah, kelompok ini juga menerima penghargaan POMI Award.
Bergabung dalam komunitas Bank Sampah Kabupaten Probolinggo dengan slogan GEMA SAJADAH (Gerakan Mengolah Sampah Jadi Berkah), Abdul Hayyi kini kerap menjadi narasumber dan pembina di berbagai desa.
Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Pakuniran Mashudi mengatakan, pemerintah mendukung pengelolaan sampah melalui Dana Desa berupa bimbingan teknis dan sarana prasarana. “Dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan desa-desa percontohan baru yang peduli lingkungan di Kecamatan Pakuniran,” ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun irigasi sepanjang 120 meter dengan anggaran Rp 85 juta di Dusun Taman RT 2/RW 2
· Mempaving jalan sepanjang 100 meter dengan anggaran Rp 48 juta di Dusun Taman RT 2/RW 2
· Membangun irigasi di RT 4/RW 4 Dusun Kedung Pawon
· Menyalurkan BLT DD kepada 13 KPM
· Merehab 3 unit RTLH.
· Melaksanakan Posyandu dengan anggaran Rp 96 juta
Editor : Fahreza Nuraga