
PEMERINTAH Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya menjaga laju pembangunan dan pelayanan masyarakat. Termasuk di saat anggaran desa makin tipis.
DANA Desa (DD) untuk Desa Alaspandan tahun ini, jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya bisa mencapai Rp 800 juta, akibat kebijakan efisiensi Pemerintah Pusat, tahun ini hanya sekitar Rp 303 juta.
Kepala Desa Alaspandan Hidayatullah mengatakan, berkurangnya anggaran berdampak langsung terhadap sejumlah program pembangunan. Terutama sektor infrastruktur. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya desa mampu merealisasikan dua titik pembangunan dalam setahun, kini hanya satu titik yang dapat dikerjakan,” ujarnya.
Namun Hidayatullah mengatakan, pembangunan tetap menjadi prioritas utama. Tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 549 meter di Dusun Mongging RT 08/RW 03. “Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus menunjang aktivitas warga,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian. Kantor desa yang selama ini digunakan sebagai ruang kepala desa dan Polindes, kini direhab. Sebab, kondisinya sudah kurang layak dan mengurangi kenyamanan pelayanan.
“Melalui rehabilitasi ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Warga juga merasa lebih nyaman saat mengurus administrasi maupun memperoleh layanan kesehatan,” ujar Hidayatullah. (dik/rud/*)
Ketahanan Pangan Berhasil, Posyandu Tetap Prioritas
PEMERINTAH Desa Alaspandan memastikan program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan. Salah satunya melalui Program Ketahanan Pangan yang dikelola BUMDes Pandan Wangi, berupa usaha penggemukan sapi.
Kepala Desa Alaspandan Hidayatullah mengatakan, program ini dimulai sejak 2025. Sejauh ini lima ekor sapi yang dipelihara menunjukkan perkembangan positif. Ketika dijual pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, keuntungannya lumayan tinggi.
“Alhamdulillah pengelolaan penggemukan sapi berjalan baik dan memberikan nilai tambah bagi desa,” katanya.
Di sektor kesehatan, pemerintah desa tetap mengalokasikan anggaran Rp 95 juta untuk kegiatan Posyandu. Program ini melayani 135 balita, 20 ibu hamil, dan 50 warga lanjut usia (lansia). Layanan tetap berjalan meski anggaran berkurang, antara lain karena dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membantu memenuhi sebagian kebutuhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Bantuan sosial juga terus disalurkan. Tahun ini pemerintah desa memberikan BLT-DD kepada empat keluarga penerima manfaat. Serta, memperbaiki satu unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Hidayatullah mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan. Karena itu, pemerintah desa akan terus mencari peluang pendanaan dari berbagai sumber. Termasuk Bantuan Kabupaten (BK) maupun dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
Ia mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan. “Pembangunan ini milik bersama. Karena itu, perlu dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ajaknya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Peningkatan TPT sepanjang 549 meter di Dusun Mongging RT 8/RW 3.
· Merehab ruang Polindes dan ruang kepala desa
· Menyalurkan BLT DD untuk 4 KPM
· Merehab 1 unit RTLH
· Melaksanakan kegiatan Posyandu dengan anggaran Rp 95 juta
Editor : Fahreza Nuraga