
KANIGARAN, Radar Bromo- DPC PPP Kota Probolinggo resmi mempunyai nakhoda baru. Rabu (10/6), Robit Riyanto mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai Ketua DPC PPP Kota Probolinggo Periode 2026-2031.
Robit mengaku sudah menerima SK sebagai ketua DPC dengan Sekretaris Zainul Fathoni dan Bendahara Yaniar Amelita. Penetapan dirinya sebagai ketua DPC, berawal dari Muscab X PPP Kota Probolinggo yang menghasilkan dirinya terpilih secara aklamasi pada awal Mei lalu.
“SK dari DPP PPP sudah kami terima. Ini amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan DPP, DPW, hingga semua kader PPP di Kota Probolinggo kepada saya dan pengurus DPC selama lima tahun ke depan,” katanya, Kamis (11/6).
Dengan ditunjuk sebagai ketua DPC, Robit mengaku ada tugas berat yang sudah menanti. Yakni, menjadikan PPP lebih besar dengan bukti perolehan kursi di DPRD Kota Probolinggo.
Saat ini, PPP hanya miliki dua kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kademangan dan Mayangan. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) ke depan, ia menargetkan setiap dapil harus mendapatkan minimal satu kursi, sehingga bisa mendapatkan 5 kursi di DPRD.
Karena itu, banyak pengurus PPP lama yang dimasukkan kembali dan berkolarasi dengan pengurus yang masih muda. Dengan harapan, dapat meningkatkan suara PPP. “Kami akan kerja keras mencari calon legislatif untuk PPP mendapatkan kursi,” terangnya.
Berbeda degan DPC PKB Kota Probolinggo, meski sudah menggelar Muscab pada Maret lalu, SK untuk ketua DPC belum turun. Ketua DPC PKB Kota Probolinggo Abdul Mujib mengatakan, SK kepengurusan DPC PKB Kota Periode 2026-2031 belum turun.
Menurutnya, proses dan tahapan penentuan ketua dan kepengurusan PKB berbeda. Ada tahap Muscab serta uji kompetensi keahlian (UKK) 1 dan UKK 2. Kemudian, masih ada proses di tingkat DPW dan DPP.
“Untuk PKB memang tahapannya berbeda yang membuat hasilnya menyesuaikan waktu tahapan,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga