Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Realisasi PAD Masih Rendah, DPRD Evaluasi Kinerja Pemkot Probolinggo

Arif Mashudi • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:12 WIB
SUMBER PAD: Sejumlah kendaraan parkir di depan Pasar Baru, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Retribusi parkir menjadi salah satu penyumbang PAD Pemkot Probolingo. (DOK.JAWA POS RADAR BROMO)
SUMBER PAD: Sejumlah kendaraan parkir di depan Pasar Baru, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Retribusi parkir menjadi salah satu penyumbang PAD Pemkot Probolingo. (DOK.JAWA POS RADAR BROMO)

KANIGARAN, Radar Bromo- Pendapatan asli daerah Pemkot Probolinggo selama semester awal 2026, ternyata masih rendah. Bahkan, hingga pertengahan tahun tidak ada realisasi PAD yang mencapai 50 persen.

Semua itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) mengevaluasi capaian PAD Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Kamis (11/6).

“Kami ingin evaluasi kinerja perangkat daerah yang menjadi sumber PAD. Ternyata benar, dari realisasi semester awal 2026, banyak yang harus dievaluasi. Sebab, hingga jelang akhir semester awal, realisasi PAD masih rendah. tidak ada yang tercapai separo,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus.

Dalam RDP, Komisi II menghadirkan OPD yang menjadi penyumbang PAD. Di antaranya, ada BPPKAD, DKUP, DKPPP, Dishub, Dispopar, DLH, dan Dinkes P2KB. Ada juga Inspektorat dan Bagian Hukum Setda Kota Probolinggo untuk mencari regulasi dan solusinya.

Dari OPD yang dihadirkan, ternyata realiasi PAD dari pajak maupun retribusi masih rendah. Semua masih berada di bawah angka 50 persen dari target. Bahkan, ada beberapa yang realisasinya masih di angka 20 persen.

Ryad mengatakan, saat ini PAD Kota Prbolinggo ditargetkan hanya berkisar Rp 240 miliar. Tahun 2027, naik menjadi Rp 262 miliar. Akhirnya, target PAD sampai Rp 400 miliar.

“Saya minta OPD-OPD untuk lebih maksimal dalam penagihan pajak maupun retribusi, termasuk menagih piutang. Saya juga minta cegah kebocoran PAD yang sering terjadi,” terangnya.

Target PAD yang masih rendah salah satunya dari retribusi parkir yang melekat pada Dishub. Kepala Dishub Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono mengatakan, target PAD secara keseluruhan sekitar Rp 5,8 miliar dan baru tercapai Rp 1,6 miliar.

Seperti parkir berlangganan ditargetkan Rp 4,1 miliar, baru terealisasi Rp 1,2 miliar. Parkir tepi jalan ditargetkan Rp 560 juta baru terealiasi Rp 192 juta. Begitu juga target parkir insidental ditargetkan Rp 565 juta baru tercapai Rp 59 juta.

“Kami terus berupaya untuk mencapai target. Meski pada kenyataan banyak kendala, salah satunya tidak memiliki lahan untuk menjadi kantong parkir insidental. Kami tetap optimistis bisa mencapai target hingga akhir tahun,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#probolinggi #pemkot #pendapatan asli daerah #pad