DRINGU, Radar Bromo - Terbaliknya kapal pengangkut bantuan pangan membuat penyaluran bantuan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersendat.
Karenanya, pengiriman bantuan di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, akan dilakukan ulang sesuai dengan sasaran KPM.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, terbaliknya kapal pengangkut bantuan pangan diduga kuat karena cuaca buruk.
Kecelakaan air tersebut di luar dugaan sehingga membuat rencana penyaluran bantuan kepada KPM tertunda.
Rencana awal penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan keesokan harinya secara bersama-sama atau Rabu (10/6). Namun insiden itu membuat penyaluran ke dua dusun tertunda.
“Bantuan pangan tetap kami salurkan. Tetapi kami agendakan ulang. Rencananya Jumat pengiriman, keesokan harinya atau Sabtu baru disalurkan,” katanya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Kapal Terbalik di Perairan Gili Ketapang Probolinggo, 7 Ton Beras Bantuan Tenggelam
Arif menjelaskan, pihaknya telah mendata total batuan bahan pangan yang tenggelam. Dari insiden tersebut, setidaknya 6.800 kilogram beras tenggelam.
Sementara 601 liter minyak goreng yang terombang-ambing ombak masih bisa diselamatkan.
Namun, minyak goreng yang masih bisa diselamatkan akan diganti baru. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat KPM.
Menurutnya, pemerintah berupaya terus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui bantuan pangan. Bantuan ini disalurkan kepada KPM di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sekaligus menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
“Total bantuan pangan yang tenggelam itu sejatinya untuk KPM di dua dusun. Nantinya akan diganti yang baru termasuk minyak gorengnya,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut terjadi di perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Sebuah kapal yang mengangkut bantuan pangan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang oleng digulung ombak.
Beras yang sedianya akan disalurkan kepada KPM tenggelam, Selasa (9/6) siang.
Insiden tersebut diduga kuat karena angin berembus kencang disusul dengan ombak tinggi.
Nahasnya kapal yang dinakhodai oleh Imam, 36, warga Dusun Krajan, Desa Gili Ketapang, itu mengalami trouble. Satu mesin kapalnya mati, sehingga membuat kapal tidak seimbang. Akhirnya oleng dan kapal terbalik. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi