
PEMERINTAH Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan infrastruktur sampai ke daerah terpencil.
Pemerintah Desa Patemon Kulon terus berusaha memaksimalkan anggaran yang telah didapatkan. Termasuk Bantuan Kabupaten (BK) yang diperjuangkan Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Golkar, Arbaiyah. Semuanya dilakukan untuk mendukung pembangunan jalan di wilayah terpencil.
Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan BK sangat membantu pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang selama ini menjadi harapan warga, khususnya di Dusun Koncer.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat Bantuan Kabupaten yang dimanfaatkan untuk pembangunan jalan rabat beton di daerah terpencil, Dusun Koncer. Infrastruktur yang baik sangat penting untuk menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dengan dana BK, pemerintah desa merabat beton tiga ruas jalan di Dusun Koncer RT 8/RW 1. Masing-masing sepanjang 320 meter dengan lebar 1,5 meter dan tebal 15 sentimeter; sepanjang 300 meter dengan lebar 1 meter dan tebal 15 sentimeter; serta sepanjang 120 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 15 sentimeter.
Keberadaan jalan ini diharapkan mampu memperlancar akses warga menuju lahan pertanian, permukiman, hingga mendukung distribusi hasil produksi masyarakat. Selain itu, Dana Desa juga dialokasikan untuk pembangunan drainase dan pelat deker di Dusun Dermoyo RT 4/RW 2. Panjangnya 100 meter dengan lebar 0,5 meter. tujuannya, memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan.
Di sektor sosial, pemerintah desa membangun satu unit RTLH, menyalurkan BLT-DD kepada dua KPM, serta menganggarkan Rp 68 juta untuk layanan Posyandu yang melayani 74 balita, 87 lansia, dan lima ibu hamil. “Rabat beton jalan di Dusun Gayam melalui dana afirmasi juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad. (dik/rud/*)
Kopi Lokal Berpotensi Jadi Produk Unggulan
DESA Patemon Kulon tidak hanya dikenal sebagai kawasan agraris. Tetapi juga memiliki potensi perkebunan yang menjanjikan. Salah satu komoditas unggulannya adalah kopi khas Dusun Koncer, yang selama ini menjadi sumber penghasilan sejumlah warga.
Kepala Desa Patemon Kulon Muhammad mengatakan, kondisi geografis Dusun Koncer sangat mendukung suburnya tanaman kopi. Kualitasnya bahkan dinilai mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
“Potensi pertanian dan perkebunan di Desa Patemon Kulon sangat besar. Salah satunya kopi lokal khas Dusun Koncer. Dari segi rasa maupun kualitas, kopi kami tidak kalah dengan kopi dari daerah lain,” katanya.
Pengembangan komoditas kopi memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah desa terus mendorong agar kopi lokal semakin dikenal luas dan memiliki nilai lebih tinggi di pasaran.
Salah seorang petani kopi, Salpa, mengatakan, hasil panen kopi menjadi penopang ekonomi keluarganya. Dalam satu musim panen, ia mampu menghasilkan sekitar tiga kuintal kopi. “Alhamdulillah, hasil panen cukup membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Meski memiliki potensi besar, para petani masih menghadapi kendala pascapanen. Pengolahan kopi masih dilakukan secara sederhana, sehingga butuh waktu dan tenaga ekstra.
Salpa berharap adanya dukungan pemerintah berupa bantuan mesin pemisah biji kopi. Menurutnya, alat tersebut akan membantu mempercepat proses pengolahan, meningkatkan kualitas hasil produksi. “Sekaligus menambah nilai jual kopi Dusun Koncer yang berpotensi menjadi produk unggulan Desa Patemon Kulon,” ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Merabat beton tiga jalan di Dusun Koncer RT 8/RW 1. Masing-masing sepanjang 320 meter kali 1,5 meter; sepanjang 300 meter kali 1 meter; dan sepanjang 120 meter kali 2,5 meter.
· Membangun drainase dan pelat deker sepanjang 100 meter kali 0.5 meter di Dusun Dermoyo RT 4/RW 2.
· Merabat beton jalan di Dusun Gayam (dana afirmasi)
· Merehab 1 unit RTLH
· Menyerahkan BLT DD kepada 2 KPM
· Melaksanakan Posyandu dengan anggaran Rp 68 juta
Editor : Fahreza Nuraga