SUMBERASIH, Radar Bromo - Insiden kecelakaan laut terjadi di Perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Selasa (9/6), satu unit kapal yang mengangkut bantuan pangan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo menuju Pulau Gili, oleng digulung ombak.
Sejumlah bantuan dari Pemkab Probolinggo yang sedianya akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Gili Ketapang, tenggelam.
Berupa 7 ton beras dan 1 ton minyak goreng. Insiden ini terjadi sekitar pukul 13.30.
Saat itu, ada tiga kapal yang mengangkut bantuan pangan untuk warga Desa Gili Ketapang. Kapal tersebut berlayar beriringan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo menuju Pulau Gili.
Sesampai di tengah laut terjadi cuaca buruk. Angin berembus kencang disusul ombak tinggi. Membuat tiga kapal pengangkut berhati-hati.
Nahas, kapal ketiga yang dinakhodai Imam, 36, warga Dusun Krajan, Desa Gili Ketapang, trouble. Satu mesin kapal mati. Membuat kapal tidak seimbang, akhirnya oleng dan terbalik.
Baca Juga: Hilang saat Berangkat ke Sawah, Jenazah Kakek di Wonoasih Ditemukan di Perairan Gili Ketapang
“Kapal yang oleng itu ada satu nakhoda dan satu penumpang. Mengangkut bantuan pangan. Di kapal ada sekitar 7 ton beras dan 1 ton minyak goreng,” ujar Kepala Desa Gili Ketapang Moenir.
Syukur, nakhoda dan penumpang kapal berhasil menyelamatkan diri dengan menaiki kapal yang tertelungkup.
Sementara, beras dan yang diangkut langsung tenggelam. Sedangkan, minyak goreng yang dibawa mengambang terombang-ambing ombak.
Mengetahui kecelakaan kapal ini, Moenir mengaku langsung mengerahkan kapal lain untuk melakukan evakuasi.
Evakuasi pertama dilakukan kepada dua orang yang berada di atas kapal. Selanjutnya menyelamatkan minyak goreng yang mengambang. Kapal yang terbalik juga ditarik ke pesisir Pulau Gili.
“Tidak ada korban jiwa, hanya saja beras yang diangkut tidak bisa diselamatkan. Semuanya tenggelam,” ujarnya.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana mengaku masih melakukan pendalaman terhadap penyebab terjadinya kecelakaan. “Tidak ada korban, hanya kerugian materiil. Saat ini masih kami dalami,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Muhammad Fahmi