KANIGARAN, Radar Bromo- Upaya menekan laju inflasi dan mengendalikan harga pangan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkot Probolinggo. Salah satunya melalui Pasar Murah.
Senin (8/6), Pemprov Jawa Timur menggelar Pasar Murah ke-76 di Pusat Kuliner Gladak Serang Kota Probolinggo. Kegiatan ini merupakan pelapisan terhadap kegiatan pasar murah yang selama ini juga sering dilakukan oleh pemerintah daerah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, stabilitas harga terus dilakukan dengan pasar murah di berbagai daerah. Sebagai bentuk pelapisan upaya dari wali kota atau bupati, pihaknya menggelar pasar murah ke-76 se-Jatim.
“Pasar murah yang digelar ini sebagai pelapisannya,” katanya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, komunikasi dan interaksi dengan pihak terkait sangat baik. Pada akhir Desember 2025, inflasi Kota Probolinggo sangat tinggi sampai di urutan ke-2 dan ke-3 se-Jatim. Karena itu, pihaknya menggencarkan operasi pasar untuk menstabilkan harga pasar. Hasilnya, pada akhir Februari 2026, inflasi turun di angka 3,5 dan maret 3,1.
“Alhamdulillah, operasi pasar, pasar murah berhasil menstabilkan harga pasar dan bisa menekan inflasi. Hingga akhirnya, mendapatkan penghargaan dari Mendagri sebagai kota terbaik ketiga dalam pengendalian inflasi,” terangnya.
Terpisah, Pimpinan Kantor Cabang Bulog Probolinggo Kuswadi mengatakan, berbagai program dilakukan untuk mendukung Pemkot Probolinggo dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga. Seperti program bantuan pangan tahun 2026 yang diberikan kepada 28.368 penerima bantuan pangan.
“Selain pasar murah, gerakan pangan murah, program bantuan pangan juga disalurkan sekaligus. Dengan adanya bantuan pangan diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat khususnya di Kota Probolinggo,” ungkapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga