DRINGU, Radar Bromo-Si jago merah mengamuk di Desa/ Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sebuah kamar tidur di lantai dua rumah milik Juri, 50, terbakar.
Insiden itu terjadi Minggu (7/6) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.43. Petugas pun langsung menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit armada damkar.
“Kami membawa satu unit fire truck berkapasitas 3.500 liter dan satu unit fire supply berkapasitas 4.000 liter,” ujarnya.
Namun, petugas menghadapi kesulitan akses menuju titik kebakaran saat tiba di lokasi. Mobil damkar tidak dapat mendekati rumah korban karena jalan yang sempit.
Alhasil, mobil damkar hanya bia berhenti di jarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Kondisi itu membuat petugas harus menggelar slang cukup jauh.
Sebanyak dua rol slang berukuran 2,5 inci dan tiga rol selang berukuran 1,5 inci digunakan untuk menjangkau titik api.
Danang menjelaskan, kebakaran terjadi di lantai dua rumah yang difungsikan sebagai kamar tidur. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari korsleting listrik.
“Informasi yang kami terima, korban mengisi daya handphone di atas kasur lalu ditinggal. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik,” katanya.
Selama pemadaman, petugas menggelar slang dari atap untuk mempercepat penanganan dan mencegah api merembet ke bagian bangunan lainnya.
Sebab, di lantai dua ada banyak barang mudah terbakar. Seperti kasur, lemari, serta sejumlah peralatan memasak.
Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehuddin menambahkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah. Saat itu, pemilik melihat kepulan asap dari lantai dua.
Mengetahui ada kebakaran, korban bersama warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan slang air secara manual. Namun api malam membesar.
“Saat petugas tiba di lokasi, api masih menyala. Sejumlah perabotan seperti kasur, lemari, dan peralatan memasak sudah terbakar,” terangnya.
Operasi pemadaman itu sendiri selesai sekitar pukul 16.48. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Namun akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta,” ujarnya.
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat elektronik dan tidak meninggalkan proses pengisian daya tanpa pengawasan guna mencegah terjadinya kebakaran. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi