KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kota Probolinggo yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji harus bersabar.
Antrean untuk berangkat ke Tanah Suci, masih panjang. Diperkirakan perlu mengantre selama 26 tahun.
Meski diperkirakan kuota jemaah yang akan berangkat haji tahun depan bertambah menjadi sekitar 400 jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, masyarakat yang mendaftar haji regular tentu tidak bisa langsung berangkat. Mereka harus menunggu keberangkatan sesuai daftar tunggu.
Sebelumnya, untuk Kota Probolinggo, lama antrean bagi warga yang daftar porsi haji saat ini masa tunggu sampai 35 tahun.
Namun, terbaru dengan sistem meratakan lama antrean, kini menjadi sekitar 26 tahun.
“Kota Probolinggo ikut Jawa Timur. Daftar tunggunya paling lama mencapai 26 tahun jika daftar haji regular,” katanya, Sabtu (6/6).
Soal jumlah calon jemaah haji asal Kota Probolinggo, yang sudah miliki porsi dan antre, Didik mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Karena, pendaftaran langsung tersistem secara nasional melalui aplikasi Sistem Kuota Haji Terpadu (Siskohat).
Namun, untuk tahun depan diprediksi jumlah jemaah haji yang akan berangkat atau masuk kuota berkisar 400 orang. Itu melihat dari urutan porsi secara nasional maupun Jawa Timur.
“Tahun kemarin kuota sekitar 200 jemaah lebih dan tahun ini 312 jemaah. Insyaallah tahun depan diprediksi ada sekitar 400 jemaah yang akan berangkat haji,” katanya.
Didik menambahkan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji, berupaya akan memanfatkan kuota sisa haji dari negara-negara lain.
Sebab, kuota haji yang diberikan Arab Saudi kepada negara-negara lain banyak tidak sepenuhnya terpakai. Karena jumlah muslim di negara-negara lain tidak sebanyak di Indonesia.
“Semoga dengan kebijakan Arab Saudi yang terus menambah dan memperluas fasilitas dan sarana prasana, menambah kuota haji asal Indonesia, sehingga masa tunggu atau antrean nanti juga bisa bergeser atau berkurang,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga