PROBOLINGGO, Radar Bromo–Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026 digelar cukup berkesan di Kota Probolinggo. Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kerja bakti secara gotong royong bersama seluruh elemen warga.
Ajang itu sekaligus ikhtiar untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus pengelolaan persampahan.
Melalui program Gerakan Nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), bertema : “Probolinggo Inovatif untuk Ketahanan Iklim (PRO-IKLIM),”.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K) M.Kes memimpin peringatan HLH dengan apel.
Apel menandai dimulainya korve di 5 pasar dan 200 RW se-Kota Probolinggo secara serentak. Serta juga digelar lomba vlog dari lingkungan masing-masing di 200 RW.
Menurut Wali Kota dr. Aminuddin, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan korve serentak itu sangatlah penting untuk memperkuat komitmen, meningkatkan partisipasi masyarakat dan aparat untuk menciptakan lingkungan yang ASRI.
“Kegiatan ini harus terus kita lakukan sehingga menjadi kebiasaan menjadi budaya kita dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Dokter Aminuddin -sapaan akrabnya-.
Ia pun bersyukur, atas penghargaan yang baru-baru ini diterima Pemerintah Kota Probolinggo sebagai satu-satunya kota yang berhasil mengendali inflasi terbaik tingkat Nasional.
“Tentu keberhasilan ini tidak bisa kita capai tanpa kolaborasi sinergi dan koordinasi lintas sektor, termasuk pengelolaan pasar yang baik salah satunya aspek kebersihan,” ungkap Wali Kota disambut aplaus peserta apel.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi peran para Relawan Kebersihan Kota Probolinggo yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan.
“Luar biasa ya peran para Relawan Kebersihan Kota Probolinggo ini. Saat hujan pun, mereka turun membersihkan sampah yang menyumbat di sungai-sungai dan saluran air. Mereka selalu sigap, siap setiap saat menyelamatkan lingkungan. Tanpa mereka, tentu segala upaya kita tidak akan bisa berjalan secara optimal,” ungkap Wali Kota.
Tak hanya aksi kerja bhakti membersihkan lingkungan secara gotong royong. Pemkot juga melakukan aksi penanaman 1.000 bibit pohon beringin dan kayu putih untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau diberbagai penjuru wilayah di Kota Probolinggo.
Ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari, S.Pt., MP mengungkapkan kegiatan pagi itu merupakan salah satu rangkaian Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Kota Probolinggo.
“Tahun ini tema yang kami angkat PRO-IKLIM. Rangkaiannya telah dimulai dengan Korve rutin bersama oleh ASN sekitar 250 orang, Jumat (5/06). Lalu hari ini, Sabtu (6/06), korve di 5 pasar dan 200 RW se-Kota Probolinggo yang dipantau Wali Kota melalui zoom meeting,” terang Retno.
“Ada juga aksi penanaman 1.000 pohon dan sosialisasi mengurangi sampah plastik dengan memberikan 100 tas belanja ramah lingkungan yang diberikan pada pengguna jalan yang beruntung,” imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan itu bakal terus berlanjut. Diantaranya, sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik di Pasar Randu Pangger, Rabu (10/06).
Baca Juga: Membangun Eco-Pancasila: Harmonisasi Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Lalu ada sarasehan sekaligus penanaman pohon gayam dan sukun di Gang Gayam Pilang, pada Kamis (11/06).
Ada juga, Seminggu di TWSL (SEMISEL) pada 17-19 Juli nanti. “Disana ada lomba mewarnai tingkat SD, lomba melukis tingkat SD, hingga sosialisasi Cinta Satwa Bersama Taman Safari Indonesia,” jelasnya.
Tak hanya itu, agar semakin banyak lembaga yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan di Kota Probolinggo, DLH juga akan menggelar Sarasehan Hari Lingkungan Hidup bersama Umat Beragama.
Penguatan kolaborasi lintas iman dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan ditempat ibadah (BERIMAN), Kamis (18/06) di GKJW hingga gelaran Festival Hari Lingkungan Hidup 2026 PRO-IKLIM.
Ada juga pameran dan penyerahan lomba-lomba rangkaian peringatan HLH. Lokasinya di perluasan sisi utara TWSL, Sabtu (20/06).
Menurut Retno, program mengurangi penggunaan sampah plastik memang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin.
“Bu Wali (sebutan akrab dr Eva) memahami, tidak mungkin Pemerintah bisa jalan sendiri tanpa keterlibatan masyarakatnya. Sampahku, Tanggungjawabku. Setiap orang yang menghasilkan sampah, wajib menjaga kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah yang dihasilkan sendiri,” ungkapnya.
Didampingi kepala Bidang Penanganan Pengelolaan Sampah pada DLH Kota, Gigih Ardityawan Pratama, ST., MM pun menambahkan, pihaknya tak akan lelah dan terus-menerus mengedukasi masyarakat. Agar, semakin paham pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan pengelolaan sampahnya sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari–hari.
Selain dihadiri Wali Kota dr. Aminuddin dan ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin.
Ada pula anggota forkopimda atau yang mewakili, Sekda Kota Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si, para asisten, staf ahli dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tampak pula pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo atau yang mewakili, Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA. Suyuti, seluruh RW dan masyarakat. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi