SUKAPURA, Radar Bromo - Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Bromo wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Sabtu (6/6) malam, kawasan hutan lindung milik Perhutani di lereng bukit Dusun Gedong, Desa Sariwani, Sukapura, dilalap si jago merah.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Jumadi mengatakan, kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 18.00.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Sukapura dalam beberapa hari terakhir.
“Cuaca panas dan kondisi vegetasi yang kering, diduga menjadi penyebab munculnya api hingga memicu kebakaran di lereng bukit tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Usai Gunung Ringgit Terbakar, 3,5 Ha Hutan Pinus-Kopi di Tambaksari Dilalap Api
Kebakaran terjadi di area perbukitan dengan medan yang curam dan sulit dijangkau. Selain itu, titik api juga berada di kawasan lereng yang terjal. Sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Kondisi tersebut membuat upaya penanganan tidak dapat dilakukan secara maksimal, sebab berisiko membahayakan keselamatan petugas. Karena itu, petugas hanya memantau kebakaran dari titik terdekat.
Babinsa Sukapura Sertu Agung Wahyu menjelaskan, pemantauan dilakukan dari Dusun Gedong, Desa Sariwani dan Desa Sapikerep. Jarak titik pemantauan ke lokasi kebakaran di Dusun Gedong cukup dekat. Sekitar 100-200 meter.
“Api akhirnya padam dengan sendirinya. Titik api terakhir yang padam itu jaraknya sekitar 50 meter dari rumah warga atau permukiman,” terangnya.
Berdasarkan perkiraan sementara, menurut Jumadi, luas hutan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 5 hektare.
Vegetasi kering di kawasan lereng bukit membuat api dengan cepat merambat dan membakar area hutan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun laporan kerusakan fasilitas dalam peristiwa tersebut.
Api akhirnya padam dengan sendirinya sekitar pukul 23.30 setelah membakar kawasan hutan selama beberapa jam.
“Syukur tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil dalam kejadian ini,” tutur Jumadi.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Terutama dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas pembakaran di area yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Danramil Sukapura Kap. Arm. Imam Wahyudi menambahkan, lokasi hutan yang terbakar pada Sabtu malam cukup ekstrem. Beruntung, api kemudian padam dengan sendirinya.
“Lokasi kebakaran cukup ekstrem. Alhasil api lama-lama padam dengan sendirinya. Sekitar pukul 23.30, api sudah benar-benar padam,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi