KANIGARAN, Radar Bromo-Kasihan benar nasib yang dialami Burhan, 67. Rumah warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, terbakar Rabu (3/6) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebagian besar bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga hangus terbakar.
Peristiwa itu terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Burhan bersama anak, menantu, dan dua cucunya sedang bepergian untuk mengunjungi kerabat yang tengah pindah rumah. Namun, sesampainya di tujuan, mereka mendapat kabar bahwa rumahnya terbakar.
“Mendengar kabar itu akhirnya kami langsung pulang,” ujar Burhan saat ditemui pada Kamis (4/6) siang.
Setibanya di rumah, api telah membesar dan melalap sebagian besar bangunan. Burhan menduga kebakaran dipicu korsleting listrik.
“Kalau dugaan sementara karena listrik. Yang jelas bukan dari aktivitas memasak karena kompor sudah dipastikan mati dan titik api bukan dari area dapur,” katanya.
Burhan tampak masih syok atas musibah yang menimpanya. Terlebih rumah tersebut baru selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. “Rumah ini baru selesai dibangun sekitar enam bulan yang lalu,” tuturnya.
Anak ketiga Burhan, Iwan, 38 menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas di depan rumah. Saat itu warga melihat kepulan asap disertai kobaran api dari dalam bangunan. Mengetahui hal tersebut, warga berupaya masuk dengan mendobrak pintu utama rumah.
“Tapi saat itu, api sudah besar di dalam rumah sampai ke atap. Kayu-kayu atap mulai berjatuhan dan api kemudian menjalar ke berbagai bagian rumah,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar 70 persen bangunan rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran. Ruang tamu, ruang keluarga, serta dua kamar tidur hangus dilalap api. Meski sebagian dinding rumah masih berdiri kokoh, sejumlah bagian tampak menghitam akibat terbakar.
Sejumlah genteng runtuh akibat panas yang tinggi. Beberapa barang berharga turut hangus. Di antaranya dua unit televisi, dua kasur, tiga lemari, satu set sofa, satu unit telepon seluler, serta uang tunai sekitar Rp 2,8 juta.
Sementara bagian dapur dan kamar mandi yang berada di belakang rumah relatif tidak terdampak.
“Hanya satu lemari yang tersisa karena di dalamnya ada surat-surat penting. Barang lainnya habis terbakar, termasuk seragam sekolah keponakan saya. Jadi hari ini dia tidak berangkat sekolah dulu,” terang Iwan.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Bima Nur Dianto mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.35. Saat itu petugas baru saja menyelesaikan penanganan kebakaran lahan di kawasan Jalan Mastrip. “Kami langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit fire truck berkapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter,” katanya.
Menurut Bima, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit. Akibatnya, kendaraan pemadam tidak bisa mendekati titik kebakaran sehingga petugas harus menggelar selang hingga sekitar 100 meter.
“Mobil pemadam tidak bisa masuk mendekati lokasi. Selain itu banyak warga yang berkerumun sehingga ruang gerak petugas menjadi terbatas. Padahal area sekitar kebakaran seharusnya steril karena cukup berbahaya,” jelasnya.
Setelah berjibaku hampir satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 19.47 dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian materiil masih dalam pendataan,” pungkas Bima.
Sementara itu, Kapolsek Subsektor Kanigaran Iptu Kumoro Seto mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sudah melakukan pengamanan dan olah TKP. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” katanya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto