KEDOPOK, Radar Bromo - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto di Kota Probolinggo masih minim peminat. Hingga pertengahan 2026, baru mencapai separo dari target.
Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo pun melakukan jemput bola. Rabu (3/6), mereka mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo. Memeriksa puluhan pengurus MUI.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo Intan Sudarmadi mengatakan, CKG dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan kesadaran hidup sehat. Semua pengurus dan anggota MUI se-Kota Probolinggo mengikuti CKG.
Berbagai layanan kesehatan diberikan gratis. Di antaranya, pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta tes spirometri untuk mendiagnosis berbagai penyakit pada sistem pernapasan.
“Kami juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya olahraga rutin, serta menjaga pola makan seimbang untuk mencegah penyakit tidak menular yang kerap muncul di usia produktif,” katanya.
Intan mengatakan, tahun ini ada kenaikan target pengguna manfaat program ini untuk Kota Probolinggo. Yakni, 46 persen dari jumlah penduduk Kota Bayuangga. Sampai 1 Juni 2026 tercatat baru 24,29 persen atau masih separo dari target.
“Total sasaran 2026 sejumlah 253.004 jiwa sesuai jumlah penduduk. Tapi target untuk CKG hanya 46 persen. Capaian hingga 1 Juni 2026 sudah ada 61.462 jiwa atau 24,29 persen dari target,” jelasnya.
Ketua MUI Kota Probolinggo Muhamad Sulthon mengatakan, pemeriksaan kesehatan anggota MUI sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk memastikan semua pengurus dan anggota MUI sehat dan siap melayani umat.
Jika ada yang kurang sehat atau sakit, bisa segera dilakukan penanganan kesehatan atau pengobatan.
“CKG ini untuk memastikan kesehatan para ulama dan cendekiawan Islam dalam kepengurusan MUI Kota Probolinggo sampai kecamatan. Mengingat, tugas dakwah dan keumatan yang membutuhkan atensi dan kondisi sehat,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga