PROBOLINGGO, Radar Bromo- Momen keberangkatan dan kedatangan jemaah haji di Kota Probolinggo turut menjadi perhatian banyak pihak. Terlebih dengan makin banyaknya kuota jemaah yang berangkat. Kantor Wali Kota Probolinggo sebagai tempat pemberangkatan dan kepulangan jemaah dinilai kurang memadai.
Seperti terjadi ketika 312 jemaah haji tahun ini tiba di Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (2/6).
“Saya lihat, dengan 312 jemaah haji, overload dengan lokasi hanya halaman kantor Wali Kota Probolinggo,” ujar Ketua IPHI Kota Probolinggo As’ad Anshori.
As’ad mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya jumlah jemaah haji asal Kota Probolinggo hanya berkisar 200 orang. Cukup menggunakan 4 sampai 5 bus. Dengan kondisi itu, halaman Kantor Wali Kota sudah hampir tidak cukup untuk parkir bus.
Tahun ini dengan jumlah jemaah mencapai 312 orang, harus menggunakan 8 bus. Jelas kesulitan untuk parkir bus. Kemungkinan besar tahun-tahun berikutnya, jumlah jemaah haji asal Kota Probolinggo yang akan berangkat haji bertambah dua lipat dibanding tahun ini.
“Harus dipikirkan dan disiapkan sejak sekarang untuk pelayanan bagi masyarakat Kota Probolinggo yang menjadi tamu Allah SWT. Sehingga jemaah maupun keluarga pendamping yang mengantar dan menjemput, bisa lebih terlayani saat pemberangkatan maupun kepulangan,” terangnya.
Menurutnya, Kota Probolinggo sangat memungkinkan untuk menyiapkan lahan, tempat, dan fasilitas untuk kegiatan ibadah haji. Diawali dengan menyiapkan lahan aset yang cukup luas dan strategis. Sambil menunggu pembangunan, sementara waktu menggunakan tenda saat pemberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
“Harus disiapkan sejak sekarang. Bisa diawali dengan lahan aset. Kemudian, dilanjutkan perencanaan pembangunan fasilitasnya. Paling tidak, Kota Probolinggo harus punya miniatur Kakbah,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, pada prinsip sangat setuju dengan masukan dan gagasan IPHI.
“Sempat dibicarakan antara Kemenhaj, Kesra, dan perangakat daerah lain terkait peningkatan jumlah jemaah. Ada inisiatif dari Pemkot, karena keterbatasan lahan pemkot, untuk menyiapkan GOR Mastrip. Saya rasa, Kota Probolinggo juga perlu memiliki miniatur Kakbah,” ujarnya.
Terpisah, Kabag Kesra Kota Probolinggo Adnri Purwanto mengatakan, jumlah jemaah yang mencapai 300 orang masih normal atau tidak overload. Berbeda jika sampai 500 orang, tidak akan tertampung di kantor Wali Kota.
“Kami sudah mulai diskusikan tentang rencana menyiapkan itu. Salah satu opsi di GOR Mastrip,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga