TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Musim hujan belum benar-benar berlalu. Namun krisis air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dirasakan puluhan kepala keluarga di Dusun Campekan, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan.
Namun mereka kesulitan air bersih karena pasokan air bersih dari Perumdam Tirta Argapura, Kabupaten Probolinggo. Untuk membantu masyarakat yang terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih. Senin (1/6), mereka dikirimi 5.000 liter air bersih.
Bantuan menyasar 34 kepala keluarga dengan jumlah penerima manfaat mencapai 136 jiwa. Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama masyarakat setempat.
“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons cepat BPBD dalam membantu masyarakat yang terdampak kerusakan aliran PDAM (Perumdam). Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi agar aktivitas dan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Menurutnya, BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait. Tujuannya, guna memastikan warga terdampak tidak mengalami kekurangan pasokan air bersih.
“Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat terjadi kondisi darurat maupun kesulitan yang berdampak pada kebutuhan dasar warga. Bila diperlukan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sampai pasokan air kembali normal,” ujarnya.
Dukungan masyarakat dan berbagai pihak, kata Oemar, menjadi faktor penting dalam kelancaran penyaluran bantuan. Karena itu, pihaknya mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini.
Ia berharap proses perbaikan jaringan PDAM dapat segera diselesaikan, sehingga layanan distribusi air bersih kembali berjalan normal. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus dibayangi kesulitan memperoleh air bersih.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa ancaman kekeringan masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Terutama ketika terjadi gangguan sumber atau jaringan distribusi air yang menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga