Sejumlah 500 ayam petelur dibudidayakan dalam Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa Kerpangan. Sejak Februari 2026, ratusan ayam itu mulai bertelur. Sejauh ini mampu menghasilkan sekitar 445 butir telur per hari.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, peternakan ayam petelur merupakan Program Ketahanan Pangan Desa Kerpangan Tahun 2025. Menurutnya, hasil yang mulai terlihat menjadi tanda bahwa program ini berjalan sesuai harapan. “Produksi telur yang dihasilkan per hari sebanyak 445 butir,” ujarnya.
Nanang mengatakan, peternakan ayam petelur dipilih karena potensi ekonominya cukup menjanjikan.
Bahkan, program serupa sebelumnya juga sukses dikembangkan di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces pada 2023. “Dari situ kami melihat peluang yang baik untuk dikembangkan di Desa Kerpangan,” katanya.
Melihat perkembangan yang cukup baik, tahun ini pemerintah desa berencana menambah jumlah ternak yang dibudi daya.
Sedikitnya, 850 ayam petelur baru akan dibeli untuk meningkatkan kapasitas produksi telur sekaligus mendongkrak pendapatan BUMDes.
“Harapannya, dengan semakin banyak ayam, maka produksi telur juga meningkat. Tentunya ini bisa membantu meningkatkan pendapatan BUMDes dan memberi manfaat bagi masyarakat desa,” katanya.
Ia berharap ke depan dapat terbentuk komunitas peternak ayam petelur di Kecamatan Leces. Sebab, dari total 10 desa di kecamatan ini, delapan desa telah mengembangkan program serupa.
Tambah PJU, Makin Terang dan Aman
DUSUN Kerpangan Selatan, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, kini semakin terang benderang ketika malam. Kondisi itu tidak lepas dari pembangunan 18 titik penerangan jalan umum (PJU) yang dilakukan tahun ini.
Masing-masing PJU dilengkapi lampu berkapasitas 50 watt untuk memaksimalkan pencahayaan di lingkungan dusun. Penambahan PJU ini melengkapi pemasangan lampu jalan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Penambahan PJU dilakukan karena jarak antartiang PJU yang dibangun pada tahun sebelumnya masih terlalu berjauhan. Karena itu, beberapa titik jalan masih tampak gelap.
Pj Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, penambahan PJU juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang menginginkan penerangan jalan yang lebih merata. Semuanya demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.
“Tahun ini kami tambah agar penerangan semakin maksimal. Harapannya, masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman ketika beraktivitas maupun melintas pada malam hari,” ujarnya.
Keberadaan PJU memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi risiko tindak kejahatan dan kecelakaan, juga mempermudah akses warga yang melintas ketika malam.
“Jalan yang kini dilengkapi PJU, jalur penghubung antardesa. Akses menuju Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces. Dengan kondisi jalan yang lebih terang, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar dan aman,” katanya.
Nanang juga berpesan agar masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Warga juga diharapkan memiliki rasa memilik, sehingga tidak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah desa.
“Kalau ada lampu yang rusak atau mati, kami berharap warga sekitar bisa berinisiatif memperbaikinya secara swadaya. Misalnya melalui iuran bersama. Karena fasilitas ini milik bersama dan manfaatnya juga dirasakan bersama,” ujarnya. (uno/rud/*)
Editor : Abdul Wahid