Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Daftar Sepuluh Tokoh Probolinggo Jadi Warga Kehormatan Tengger di Peringatan Yadnya Kasada

Inneke Agustin • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:42 WIB

 

PENGUKUHAN: Sepuluh Tokoh Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Tengger pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/5) malam. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
PENGUKUHAN: Sepuluh Tokoh Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Tengger pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/5) malam. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

SUKAPURA, Radar Bromo-Sepuluh tokoh dikukuhkan sebagai warga kehormatan masyarakat Tengger dalam rangkaian Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/5) malam.

Pengukuhan itu menjadi simbol penerimaan sekaligus ajakan untuk ikut menjaga dan berkontribusi terhadap kelestarian budaya serta masyarakat Tengger.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan selendang kuning oleh Ketua Paruman Dukun Tengger Romo Sutomo bersama Kepala Desa Ngadisari Sunaryono beserta istri.

Dalam tradisi masyarakat Tengger, status warga kehormatan tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan. Namun juga komitmen untuk melayani dan berkontribusi kepada masyarakat adat Tengger. 

“Selendang kuning yang disematkan melambangkan ikatan kekeluargaan yang erat, sedangkan warna kuning bermakna keagungan,” kata Romo Sutomo.

Sepuluh tokoh yang dikukuhkan yakni Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif beserta istri; Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, Kajari Kabupaten Probolinggo Mohamad Anggidigdo.

Baca Juga: Ketiban Berkah Yadnya Kasada di Bromo, Warung Buka 24 Jam

Selanjutnya, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Aprianto beserta istri.

Lalu, Danyon TP 836 Brahma Yodha Letkol Inf Faishal Reza beserta istri, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Haris, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ.

Mewakili para warga kehormatan yang dikukuhkan, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan masyarakat Tengger.

Menurutnya, status tersebut menjadi amanah sekaligus bentuk kedekatan antara Forkopimda dan masyarakat adat Tengger.

“Tentu ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Ini merupakan amanah yang harus kami jalankan. Semoga ke depan kondusivitas wilayah semakin terjaga sehingga Gunung Bromo sebagai ikon wisata Kabupaten Probolinggo, bahkan di tingkat nasional dan internasional, tetap lestari dan aman,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Aprianto.

Meski baru sekitar empat bulan bertugas di Probolinggo, dirinya mengaku terhormat mendapat pengakuan sebagai warga kehormatan Tengger.

“Ke depan kami akan terus menjaga kolaborasi dan komunikasi dengan para tokoh adat untuk bersama-sama melestarikan budaya, nilai sejarah, dan kelestarian alam Bromo,” katanya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Gus Haris mengatakan, pengukuhan warga kehormatan merupakan upaya masyarakat Tengger untuk mengajak para tokoh lebih mengenal masyarakat adat tersebut.

“Tentunya memperkenalkan Tengger ini sebagai satu kesatuan,” ujarnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tengger #yadnya kasada #probolinggo