LECES, Radar Bromo-Sebuah bengkel sepeda milik Nur Yasin, 61, warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, ludes terbakar pada Senin (2/6) dini hari.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang memicu percikan api hingga menghanguskan bangunan beserta peralatan di dalamnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, Erni Wijayanti, 53. Saat itu ia tengah beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba ia mendengar suara letupan berulang kali dari arah luar.
Awalnya Erni mengira suara tersebut seperti bunyi petasan atau mercon. Karena penasaran, ia kemudian keluar rumah untuk memeriksa sumber suara.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat bengkel sepeda milik suaminya yang berada di sisi barat rumah sudah dilalap api.
“Saya bingung mau memadamkan bagaimana, akhirnya saya teriak minta tolong,” ujarnya.
Teriakan Erni sontak mengundang perhatian warga sekitar. Para tetangga berhamburan keluar rumah dan berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Menurut Erni, beberapa saat sebelum kebakaran terjadi, salah seorang kerabatnya masih berada di depan rumah dan kondisi bengkel saat itu masih aman.
Namun sekitar pukul 01.30, muncul percikan api yang kemudian membesar dan dengan cepat membakar seluruh bangunan.
Warga yang khawatir api merembet ke permukiman sekitar langsung memutus aliran listrik di lokasi.
Mereka juga bergotong royong menyiramkan air untuk menahan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Bengkel tersebut berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Kobaran api bahkan sempat menjulang tinggi hingga terlihat dari seberang jalan.
“Jarak bengkel dengan rumah ibu saya sangat dekat. Saya takut apinya merembet, akhirnya ibu kami ungsikan dulu. Untung rumahnya tidak sampai terbakar, meski kacanya pecah karena panas. Api juga sempat berkobar sampai ke seberang jalan dan hampir mengenai rumah tetangga,” katanya.
Meski banyak warga membantu proses pemadaman, mereka kesulitan mendekati titik api karena suhu panas yang sangat tinggi. Sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang, warga terus berupaya menjinakkan api agar tidak semakin meluas.
“Waktu itu saya benar-benar syok. Warga juga tidak bisa mendekat karena panas sekali. Tapi untung akhirnya api bisa dipadamkan,” tambahnya.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan bengkel mengalami kerusakan parah hingga sebagian konstruksinya runtuh. Sejumlah aset usaha milik Nur Yasin juga hangus terbakar.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi, sedikitnya lima unit sepeda yang sedang berada di bengkel hanya tersisa kerangkanya.
Satu unit kompresor serta berbagai peralatan perbengkelan lainnya juga tidak dapat diselamatkan.
Erni mengaku sedih karena bengkel tersebut merupakan sumber mata pencaharian utama suaminya sejak 2019 lalu.
“Sekarang kami belum tahu harus bagaimana. Suami saya juga masih syok dan belum nafsu makan. Tapi saya bersyukur karena suami saya masih diberi keselamatan,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Probolinggo, Hermanto, mengatakan bahwa saat petugas tiba di lokasi, kobaran api telah berhasil dipadamkan oleh warga.
Meski demikian, petugas tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Kami melakukan pendinginan hingga sekitar pukul 02.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materil ditafsir mencapai Rp 20 juta,” katanya.
(gus/fun)
Editor : Fandi Armanto