DRINGU, Radar Bromo- Sejumlah warga Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sempat dibuat khawatir dengan munculnya kobaran api. Sabtu (30/5) malam, api terlihat berkobar dari lahan bekas kebun tebu.
Nyala api yang tampak mencolok sempat dikhawatirkan berpotensi membahayakan permukiman warga. Kekhawatiran itu mendorong warga segera melaporkan ke BPBD Kabupaten Probolinggo agar dapat segera ditangani.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Agus Salim mengatakan, laporan masuk sekitar pukul 22.00. Warga melaporkan adanya kobaran api yang berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan permukiman.
“Warga melihat kobaran api dari kejauhan dan khawatir terjadi kebakaran lahan seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga mereka segera melaporkannya pada kami,” ujarnya.
Dari dokumentasi foto yang dikirimkan warga, kobaran api terlihat cukup besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan merambat ke area lain. Tim TRC BPBD bergerak menuju lokasi.
Setelah tiba di lokasi, petugas mendapati api sudah padam. Ternyata api muncul dari tumpukan sisa panen tebu yang sengaja dibakar pemiliknya.
“Yang terbakar daun-daun kering sisa panen. Pembakaran dilakukan oleh pemilik lahan sebagai bagian dari pembersihan setelah masa panen selesai,” jelas Agus.
Pembakaran selesai dan api padam sekitar pukul 22.00. Dalam proses pembakaran, pemilik juga mengantisipasi agar api tidak merambat ke area lain dengan membuat sekat api menggunakan timbunan pasir.
“Hanya saja kobaran apinya memang terlihat cukup besar dari kejauhan, sehingga masyarakat waswas dan mengira terjadi kebakaran lahan. Tidak ada korban jiwa maupun materil dalam kejadian ini,” terangnya.
Meski tidak ditemukan adanya kebakaran lahan, BPBD mengapresiasi langkah cepat warga yang segera melapor. Menurut Agus, partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran sangat penting untuk mempercepat respons petugas dan mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga