SUKAPURA, Radar Bromo - Wisata Gunung Bromo akan ditutup sementara selama peringatan Hari Raya Yadnya Kasada 2026. Penutupan dilakukan tiga hari, mulai Sabtu (30/5) pukul 00.00 hingga Selasa (2/6) pukul 23.59.
Ketua Tim Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Hendra Wisantara mengatakan, penutupan dilakukan demi menjaga kekhusyukan dan kelancara prosesi Yadnya Kasada.
Sekaligus untuk pembersihan kawasan yang akan dilakukan pasca kegiatan tersebut.
“Rencananya, peringatan Yadnya Kasada ini akan dilakukan dua hari pada Minggu (31/5) hingga Senin (1/6). Lalu kegiatan bersih-bersih dilakukan hari Selasa (2/6),” terangnya.
Selama penutupan itu, kawasan Bromo dibuka terbatas bagi masyarakat yang akan mengikuti ritual Yadnya Kasada.
Baca Juga: Perayaan Yadnya Kasada Suhu Capai di Bawah 10 Derajat, Tetap Khidmat
Mereka wajib menunjukkan identitas sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger.
Selain masyarakat, petugas yang memiliki kepentingan dengan kegiatan ini juga boleh masuk.
Termasuk, mereka yang akan melakukan pembersihan area setelah ritual Yadnya Kasada.
Surat edaran tersebut juga mengatur sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi peserta ritual maupun masyarakat.
Di antaranya, dilarang membawa sound system dan petasan untuk dibunyikan di kawasan Bromo.
Selain itu, dilarang membuat api unggun yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Mereka juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik.
Kemudian, pengendara sepeda motor wajib menggunakan knalpot standar. Tidak boleh memakai knalpot brong.
Masyarakat tetap diperbolehkan mencari berkah atau rezeki di sekitar kawah, maupun titik-titik lain di kawasan Bromo. Namun harus tetap mematuhi tata tertib selama prosesi berlangsung.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, selama puncak pelaksanaan Yadnya Kasada, wisatawan dilarang memasuki kawasan Bromo. Yaitu mulai Minggu (31/5) pukul 06.00 hingga Rabu (3/6) pukul 01.00.
“Akses pengunjung hanya dibatasi sampai sejumlah titik. Yaitu, Cemara Lawang untuk jalur Kabupaten Probolinggo, Dingklik untuk jalur Kabupaten Pasuruan, serta Jemplang untuk jalur Kabupaten Malang dan Lumajang,” sebutnya.
Wisatawan baru dapat kembali berkunjung ke kawasan Bromo dan sekitarnya pada Rabu (3/6) mulai pukul 01.00. Atau setelah kegiatan selesai.
“Kami telah menyebarkan informasi ini jauh-jauh hari melalui media sosial agar para wisatawan juga mengetahuinya,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi